Powered by Blogger.
Latest Post

Kabareskrim Siap Diperiksa Komnas HAM

Written By Admin on Thursday, January 29, 2015 | 9:37 AM

Komnas HAM menjadwalkan pemeriksaan kepada Kabareskrim, Irjen Budi Waseso Jumat (30/1/2015) besok.

Dalam pemeriksaan, Komnas HAM akan menanyakan kepada Budi soal proses penangkapan untuk kepentingan penyelidikan Komnas HAM atas dugaan kriminalisasi pimpinan KPK, Bambang Widjojanto (BW).

Dalam pertemuan Rabu (28/1/2015) kemarin antara komisioner Komnas HAM, Wakapolri, dan pejabat utama Mabes
Polri. Budi Waseso sebagai orang nomor satu di Bareskrim Polri turut hadir.

"Kemarin Pak Budi Waseso ada juga, dia hadir. Dia sudah sepakati untuk hadir ke Komnas HAM," kata Kadiv Humas
Mabes Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie, Kamis (29/1/2015).

Ronny menambahkan selain menyanggupi datang ke Komnas HAM, pihak Komnas HAM juga meminta Budi Waseso membawa dokumen-dokumen berkait dengan penangkapan BW.

"Pak Budi akan datang ke Komnas HAM hari Jumat, itu sudah dijadwalkan. Membawa serta dokumen dan bahan-bahan yang
dibutuhkan," ucap Ronny.

sumber

Puan Maharani Minta Raskin Segera Dibagikan

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dalam sesi wawancara di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (31/10/2014). 

Mulai hari ini, Rabu (28/1/2015), sebanyak 15,5 juta rumah tangga miskin di seluruh Indonesia akan menerima jatah beras untuk warga miskin (raskin). Setiap rumah tangga sasaran (RTS) bakal menerima sebanyak 15 kilogram.

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani yang hadir dalam peluncuran program penyaluran Raskin Nasional di Balai Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, meminta kepada Bulog agar segera membagikan habis beras raskin dan tidak terlalu lama menyimpan beras di dalam gudang.

"Saya sudah mengintruksikan kepada Bulog agar beras raskin dibagikan dan tidak boleh disimpan lebih dari enam bulan di gudang," kata Puan, Rabu siang.

Menurut Puan, lamanya distribusi raskin merupakan salah satu masalah yang kerap terjadi di lapangan selama program bantuan untuk warga miskin ini berjalan. Akibat terlalu lama disimpan di dalam gudang, warga yang paling akhir mendapatkan jatah sering kali mengeluhkan kualitas beras raskin yang sudah membusuk.

Selain meminta untuk mempercepat pembagian raskin, Puan juga meminta Bulog untuk memodernisasi gudang-gudang penyimpanan agar kualitas standar beras tetap terjaga.

"Bulog kami minta gudang-gudangnya diperbaiki. Barcode di (karung) beras juga harus jelas," imbuhnya.

Puan juga meminta kepada masyarakat untuk aktif melaporkan apabila ada kecurangan dalam pembagian raskin di daerah-daerah. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah bekerjasama dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk menginstruksikan kepada para kepala daerah agar mengawasi penyaluran dengan ketat.

"Kalau ada kecurangan laporkan ke kepala daerah, kalau bisa langsung ke saya," tandasnya.(Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana)

sumber

Waspada! Jangan Sampai Apel Berbakteri Mematikan Asal Amerika Ini Masuk Indonesia


Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Roy Sparringa mendorong tindakan tegas pemerintah terkait peredaran apel impor Granny Smith dan Gala dari Amerika Serikat.

Pusat penanggulangan dan pencegahan penyakit AS melaporkan, 9 Januari lalu, sebanyak 32 orang terinfeksi bakteri Listeria monocytogenes di 11 negara bagian, menyebabkan tiga orang meninggal.

Kasus infeksi listeriosis jarang, tetapi berdampak serius. Penyebabnya, mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes. Siapa pun yang demam dan nyeri otot, kadang-kadang diawali diare, setelah makan apel—berikut produk olahan komersialnya—yang dikemas agar tahan lama, disarankan mencari perawatan medis.

”Tindakan cepat harus diambil pemerintah,” kata Roy, di Jakarta, Minggu (25/1).

Ia menerima informasi dari jejaring keamanan pangan di dunia, International Network of Food Safety Authorities, tentang apel mengandung bakteri itu.

Roy mendapat informasi itu pertama kali dari Kedutaan Besar AS, yang meneruskan informasi dari Kementerian Pertanian AS (USDA), minggu lalu. Di AS, selain kasus kematian, belasan ibu hamil terdeteksi sakit setelah mengonsumsi apel dan produk olahan menggunakan apel itu.

”Kami tidak memiliki kewenangan terkait izin dan peredaran apel berbakteri. Semua urusan buah dan sayur segar.

bukan kewenangan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), melainkan Kementerian Pertanian. Kewenangan BPOM ada pada pangan olahan,” katanya.

Roy mengimbau masyarakat yang telanjur membeli apel dua merek itu segera memusnahkannya. Bakteri listeria yang ada pada kulit apel bisa bertahan hidup pada suhu lemari pendingin sekitar 5 derajat celsius.

Waspada

Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Antarjo Dikin menyatakan, pihaknya meningkatkan kewaspadaan terkait kemungkinan masih beredarnya apel Granny Smith dan Gala di Indonesia. Masuknya apel dalam skala kecil, misalnya dibawa dari Malaysia dan Singapura, juga diwaspadai.

”Kami juga minta kepada Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKPPD) agar mengecek di pasar,” katanya.

Antarjo menambahkan, informasi dari Kedutaan Besar AS, produk kedua apel ini yang telah telanjur masuk ke Indonesia, langsung ditarik dari peredaran.

sumber




3 Cara Bikin 'Kempes' Perut Gendut Selamanya

Bagi Anda yang tak nyaman lantaran perut membesar, gendut, akibat banyak lemak, ada tiga cara untuk mengatasinya.

Jika dilakoni, kelak lemak perut Anda hilang selamanya. Bagaimana itu? berikut caranya:

Saat Makan

Perhatikanlah berapa banyak makanan yang Anda makan dan bagaimana frekuensi buang air besar Anda.
Membesarnya perut Anda mungkin bukan disebabkan oleh lemak tetapi oleh udara yang terjebak di dalam saluran pencernaan Anda.

Saat seseorang tidak mengonsumsi cukup serat, yaitu sekitar 25-30 gram setiap harinya, maka sembelit akan membuat perut Anda menjadi kembung dan membesar.

Akan tetapi, terlalu banyak mengkonsumsi serat atau banyak mengkonsumsi makanan yang menghasilkan gas seperti brokoli, apel, atau kacang juga dapat membuat perut Anda membesar sedikit.

Blueberi merupakan salah satu jenis makanan yang telah terbukti dapat membantu menghilangkan lemak perut. Anda dapat mengkonsumsinya secara langsung atau mengolahnya menjadi minuman atau makanan kesukaan Anda.

Saat Berolahraga Kardio

Berbagai penelitian termasuk latihan kardio telah terbukti dapat membantu menghilangkan lemak perut.
Jika saat ini Anda hanya melakukan olahraga kardio dengan intensitas sedang, maka tambahkanlah 10-60 detik olahraga kardio dengan intensitas berat.

Saat Berolahraga Angkat Beban

Melakukan olahraga sit up dapat membantu mengencangkan otot perut Anda, akan tetapi hanya otot perut saja.

Oleh karena itu, variasikanlah olahraga Anda dengan bantuan bola atau alat. Gunakanlah berbagai jenis alat saat Anda berolahraga angkat beban dan jangan hanya 1 jenis alat saja.

sumber



 

Pengunjuk Rasa Desak Jokowi Copot Abraham Samad

Ketua KPK Abraham samad berbicara bersama praktisi hukum dan tokoh masyarakat yang memberi dukungan terhadap KPK terkai penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Mabes Polr, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat(23/1/2015).

Bambang di tangkap karena diduga memerintahkan kesaksian palsu dalam sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK). WARTA KOTA / HENRY LOPULALAN 

Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Relawan Nasional mendesak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar segera mencopot Abraham Samad dari jabatannya sebagai Ketua KPK.

Desakan itu disampaikan mereka saat berunjuk rasa di depan Istana Negara, Rabu (28/1/2015).

Koordinator Relawan Nasional, Mochamad Sifrans mengatakan situasi yang panas ini diawali oleh tingginya pemberitaan penetapan Komjen Budi Gunawan (BG) dan penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) sebagai tersangka.

"Pemberitaan itu seolah telah menenggelamkan persoalan-persoalan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang hingga kini tak pernah diselesaikan oleh kedua institusi hukum ini," kata Sifrans saat berorasi.
Sifrans pun mempertanyakan, mengapa benturan kedua lembaga penegak hukum ini bisa terus berulang.

Dia pun menilai, bahwa hal ini merupakan cerminan adanya persoalan yang sangat serius di dalam penanganan hukum di indonesia.

Menurut Sifrans, persoalan serius itu terjadi di tubuh KPK. Dia menilai KPK telah menjelma menjadi lembaga politik, dimana para pimpinannya terus bermanuver politik penuh retorika seperti seorang politisi untuk kepentingan pragmatisnya.

"Manuver politik dilakukan berulang kali. Seperti bocornya sprindik Anas Urbaningrum, kasus suap Buol, kasus Simulator SIM, dan suap impor daging sapi. Abraham Samad dan komisioner KPK lainnya telah melakukan pelanggaran kode etik," tegasnya.

Bahkan belakangan, kata Sifrans, Samad berulah kembali dengan melakukan manuver politik kepada PDIP. Jika manuver politik ini benar dilakukan, maka katanya Samad dapat dikategorikan melakukan pelanggaran luar biasa atas etika pejabat publik.

"KPK sebagai benteng terakhir pemberantasan korupsi telah dijadikan alat kepentingan ambisi politik pragmatis. Pelanggaran seorang Abraham Samad kali ini tidak dapat ditolerir karena sudah melangkah jauh dari asas kepatutan etika moral," ujarnya.

sumber

Syafii Maarif Puji Bambang Widjojanto Mundur dari KPK


Anggota Tim independen atau yang dikenal dengan Tim Sembilan Syafii Maarif memuji sikap ksatria komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto (BW) untuk mundur dari jabatannya.

"Memang Undang-Undang KPK begitu. Itu ksatria namanya itu (mundur)," puji Buya Syafii Maarif yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah , usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2015).

Lalu bagaimana dengan Komisaris Jenderal polisi Budi Gunawan sebagai calon Kapolri terpilih yang kini bermasalah dengan hukum dan telah dijadikan tersangka oleh KPK?

Menurut Buya Syafii Maarif, sikap ksatria BW harusnya juga diikuti oleh Budi Gunawan.
"Yang paling bagus ya dia mundur. Tapi itu mungkin ya," ujarnya.

Karena hal itu masih belum juga terjadi, kata dia, Tim Sembilan menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak melantik Komisaris Jenderal polisi Budi Gunawan menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).

"Ya kalau harapan kita itu. Kalau menurut saya tidak dilantik. Dan kami bulat," tegas Anggota tim 9 ini.

sumber

Tidak Melakukan Apa-apa, 70 Persen BBM RI Bakal Diimpor pada 2019

Written By Admin on Monday, January 26, 2015 | 10:03 PM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyampaikan sejumlah tantangan di sektor energi pada parlemen, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR-RI, Senin (26/1/215).

Salah satu yang menjadi tantangan besar, menurut Sudirman, adalah soal ketersediaan bahan bakar minyak. “Saat ini impor BBM kita 50 persen. Jika dalam lima tahun ke depan kita tidak melakukan apa-apa, maka impor akan menjadi 70 persen,” ucap Sudirman.

Sudirman lebih lanjut menyatakan, langkah yang harus dilakukan pemerintah adalah membangun kilang. Selain soal BBM, Sudirman juga menyampaikan tantangan besar lainnya adalah soal elektrifikasi.

Saat ini eleltrifikasi di Indonesia masih amat rendah. Padahal, pemerintah telah menargetkan rasio elektrifikasi pada 2019 mencapai 99 persen. “Tantangan terbesar adalah melakukan elektrifikasi di daerah-daerah terpencil,” imbuh dia.

Sudirman dalam rapat tersebut juga menuturkan, tantangan yang dihadapi di sektor energi saat ini adalah cadangan energi fosil yang makin menurun. Dia menyebut, cadangan minyak bumi Indonesia hanya tinggal 10-12 tahun. Cadangan gas yang dimiliki relatif lebih lama, hanya saja permasalahannya masih sama yakni infrastruktur gas.

Seiring dengan menurunnya cadangan energi fosil, Sudirman menyebutkan tantangan ke depan adalah bagaimana meningkatkan porsi energi baru terbarukan. “Yang terakhir adalah kita memiliki tantangan besar dalam menyediakan cadangan strategis. Saat ini Indonesia baru memiliki cadangan operasional, selama 18-20 hari,” ucap dia.


sumber
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Metro Bandung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger