Powered by Blogger.
Latest Post

Menteri Keuangan "Blak-blakan" Ungkap Sentimen dan Peluang Pelemahan Rupiah

Written By Admin on Saturday, December 20, 2014 | 5:06 PM



Pada Selasa (16/12/2014), kurs tengah Bank Indonesia untuk rupiah sempat menyentuh Rp 12.900 per dollar AS. Nilai tukar ini mulai menguat pelahan, dan pada perdagangan Jumat (19/12/2014) ditutup di level Rp 12.500 per dollar AS.

Kompas TV, Kamis (18/12/2014), menggelar wawancara khusus dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro soal tren pelemahan rupiah yang menukik setidaknya dalam dua pekan terakhir.

Berikut ini cuplikan wawancara tersebut:

Apa penyebab pelemahan rupiah yang sampai hampir menyentuk level Rp 13.000 per dollar AS?

Pertama harus dilihat dua faktor fundamental dalam konteks nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Dari sisi eksternal ada ekspektasi Amerika bakal meningkatkan tingkat suku bunganya, perkiraan pada 2015, mungkin di semester II atau bahkan lebih cepat. Ini memang sudah terlihat tanda-tanda perbaikan ekonomi AS, yang ditunjukkan melalui pertumbuhan AS yang lebih tinggi dan tingkat pengangguran yang turun. Itu faktor fundamental yang bakal terus terjadi hingga 2016.

Kemudian faktor fundamental kedua itu berasal dari domestik, yaitu defisit (neraca) transaksi berjalan yang masih agak besar. Agak besar dalam pengertian, kita pernah mengalami masa surplus, defisit transaksi berjalan cukup lama sampai 2011, kemudian terjadi defisit.

Dan kemudian, kalau kita lihat 2014 ini, di triwulan II, defisitnya masih cukup tinggi sekitar 4 persen dari PDB (produk domestik bruto), meskipun di triwulan III sudah turun di dekat-dekat 3 persen. Bahkan, dibandingkan 2013 sebenarnya, defisit transaksi berjalan kita sudah lebih baik tapi memang masih menjadi masalah fundamental.

Nah kemudian, kenapa rupiah mengalami pelemahan yang agak cepat pada beberapa hari belakangan, ada faktor yang sifatnya temporer, yang berasal dari sentimen--baik eksternal maupun domestik--muncul.

(Sentimen) eksternal, tentunya yang paling nyata antisipasi terhadap hasil rapat Federal Open Market Committee, semacam RDG (Rapat Dewan Gubernur, red) di The Federal Reserve (Bank Sentral Amerika, red) yang akan mengambil keputusan mengenai kapan kenaikan tingkat suku bunga dan berapa besarannya. Dan itu selalu terjadi, setiap kali rapat FOMC, karena AS sedang melakukan normalisasi kebijakan moneter, ada ekspektasi dari pelaku pasar yang membuat mereka mengambil posisi terlebih dahulu.

Kemudian, di sisi lain ada juga kondisi di Rusia. Ini kondisi yang tidak diperkirakan sebelumnya. Nilai rubel (mata uang Rusia, red) mengalami penurunan yang begitu tajam, sehingga akhirnya otoritas moneter di Rusia menaikkan tingkat suku bunga (acuan) dari 10,5 persen menjadi 17 persen. Jadi naik 650 bps. Otomatis ini menimbulkan sedikit gonjangan di pasar emerging market, dan salah satunya Indonesia.

Nah inilah yang ikut membawa rupiah sempat (hampir) menyentuh level Rp 13.000 (per dollar AS).

Bagaimana dengan pengaruh faktor politik di dalam negeri?


Saya tidak melihatnya seperti itu, dari komunikasi kami dengan para pelaku di pasar keuangan maupun pasar surat berharga. Boleh dibilang tidak ada concern sama sekali mengenai kondisi ekonomi Indonesia pada saat ini. Kalaupun ada masalah defisit transaksi berjalan mereka sudah paham ini adalah masalah struktural dan membutuhkan waktu untuk menyelesaikannya. Dan ekspektasinya pada 2015, defisit transaksi berjalan akan berkurang dari sekitar 3 persen mungkin menuju 2,5 persen hingga 2 persen dari PDB.

Masyarakat harus khawatir dengan nilai tukar sekarang ini?

Pertama, nilai tukar itu harus realistis. Dalam kondisi nilai tukar kita mengikuti perkembang pasar uang dunia. Maka nilai tukar kita hars mencerminkan selain fundamental juga melihat kepada posisi relatif terhadap mata uang dollar AS.

Yang terjadi kemarin, ketika FOMC rapat adalah mereka yakin akan perbaikan ekonomi AS. Sehingga semua ambil posisi terhadap mata uang amerika itu sendiri. Sehingga dollar AS menguat terhadap semua mata uang.

Nah yang perlu masyarakat ketahui adalah, depresiasi rupiah, bahkan per 15 Desember kemarin bukan yang paling tajam, kita lemah sekitar 2 persen. Tapi mata ruang Rusia, rubel itu sekitar 10 persen. Yang lain juga cukup besar. Bahkan kalau kita pakai patokan dari awal 2014 hingga 15 Desember 2014, rupiah mengalami depresiasi hanya sekitar 5 persen, mata uang Rusia rubel 50 persen, lyra Turki sekitar 30 persen.

Dan kemudian yang menarik di regional, meskipun rupiah melemah terhadap dolar AS, tapi ternyata rupiah mengalami penguatan terhadap beberapa mata uang regional seperti yen Jepang, won Korea, dan ringgit malaysia. Jadi artinya masyarakat harus melihat hal ini dalam konteks yang lebih menyeluruh jangan hanya melihat pada rupiah melemah. Satu lagi, pelemahan rupiah harusnya menjadi momentum kita untuk semakin membenahi sektor manufaktur.

Pembenahan seperti apa misalnya?

Artinya, pelemahan rupiah itu adalah momen kita untuk mengangkat kembali sektor manufaktur. Karena pelemahan rupiah akan menguntungkan ekspor yang sifatnya manufaktur bukan yang sifatnya komoditas karena saat ini harga komoditas sedang jelek. Nah ini, munurut saya, kita harus segera mengambil manfaat dan kesempatan dari pelemahan nilai rupiah ini.


sumber

Tim Ekonomi Jokowi Dianggap Banyak Lakukan Blunder


 

Pengamat pasar uang Farial Anwar mengaku tak banyak berharap terhadap pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo. Pasalnya, Farial melihat tim ekonomi Jokowi banyak melakukan blunder terutama dalam mengeluarkan pernyataan.
 
"Saya nggak terlampau banyak berharap dari pemerintah karena banyak statement yang seharusnya tidak dikeluarkan dalam memberikan respon terhadap pasar, justru menimbulkan kesan panik," kata Farial di dalam diskusi yang dilakukan Smart FM di Jakarta, Sabtu (20/12/2014).
 
Tanpa menyebutkan siapa pejabat yang dimaksudnya, Farial mencontohkan salah satu yang dianggap blunder adalah saat mengatakan cadangan devisa tak perlu digunakan untuk melakukan intervensi dalam rangka menstabilkan rupiah.
 
"Pernyataan itu fatal, karena menimbulkan sentimen pasar bahwa cadangan devisa kita ternyata terbatas," kata Farial.
 
Selain itu, Farial juga menyinggung salah satu tim ekonomi pemerintahan Jokowi yang menyebutkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan memperkuat rupiah. Faktanya, rupiah justru terperosok.
 
"Ada juga yang bilang yang penting bukan nilainya tapi stabilitasnya berapa pun nilainya benar. Apa pernah rupiah stabil? Dalam beberapa bulan angkanya sama terus, kan nggak ada. Ini ngaco!" kata Farial.
 
Dia pun menyindir pernyataan Jokowi yang menilai lemahnya nilai tukar rupiah ini akan menjadi peluang bagi eksportir mendulang keuntungan. Farial mengakui eksportir akan mendapat untung. Namun, keuntungan itu tak akan pernah sampai ke Indonesia karena mereka memarkirkan dannaya di luar negeri.
 
"Jadi ini cari aman, pembenaran. Di level ini pun pemerintahan rugi. Pajak yang kita bayarkan untuk bayar utang luar negeri sia-sia saja," ucap Farial.
 

JK: Menteri Paling Populer Saat Ini Tamatan SMP, Bukan PhD


Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, terlihat terharu saat disambut ratusan pegawainya saat tiba di rumah pribadinya di Pangandaran, Sabtu (1/11/2014) pagi.

Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat memuji Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan pengarahan kepada para pengajar muda yang mengikuti program Indonesia Mengajar, Jumat (19/12/2014). Kalla membanggakan Susi sebagai menteri yang populer, meskipun hanya tamatan sekolah menengah pertama.

"Jadi, sebenarnya, pada akhirnya, semua pendidikan itu uji pokoknya adalah di lapangan. Saya ingin gambarkan menteri yang paling populer sekarang di kabinet sekarang ini yang tamatan SMP, bukan yang PhD," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Jumat.

Menurut dia, kisah sukses Susi yang hanya tamatan SMP ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak Indonesia yang ingin sukses, meskipun memiliki keterbatasan. Ia menilai, pada akhirnya, ilmu yang diperoleh dari pendidikan itu akan diuji di lapangan.

Seorang anak desa, lanjut Kalla, cenderung punya semangat yang lebih hebat untuk belajar daripada anak Jakarta. Ia lalu membandingkan cucunya dengan seorang anak desa dalam menempuh perjalanan ke sekolah.

"Cucu saya pergi ke sekolah pukul 10.00, diantar mobil, AC, makan, dijemput. Coba anak desa, jalan kaki 10 kilo untuk pergi ke sekolah. Spiritnya lebih hebat anak desa itu," kata Kalla.

Kepada para pengajar muda, Kalla berpesan agar mereka bisa mengubah semangat anak desa untuk memperbaiki kehidupan mereka. Masyarakat yang hidup di daerah terpencil, kata dia, cenderung kurang maju karena tidak melihat kondisi pembanding.

"Jadi, Anda semua yang akan mengajar, mengabdi di daerah terpencil, akan mentransformasi nilai. Kadang-kadang mereka tidak kekurangan guru, tetapi sekali lagi ini menyangkut kultur yang harus diubah. Bagi dia, kepintaran untuk bertani. Bagi orang Jakarta, kepintaran itu manajerial," ujar Kalla.

Program Indonesia Mengajar digagas oleh Anies Baswedan sejak sebelum dia menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Melalui program ini, para pengajar muda dikirim ke daerah-daerah terpencil untuk mengajar dalam kurun waktu tertentu.

sumber





Kata Ibas, SBY Akan Terpilih secara Aklamasi di Kongres Partai Demokrat


 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menjadi juru kampanye Partai Demokrat di Karawang, Jawa Barat, Jumat (21/3/2014).

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono memprediksi Susilo Bambang Yudhoyono akan terpilih kembali sebagai Ketua Umum Demokrat secara aklamasi di Kongres 2015.

"Dinamika menjelang Kongres Partai Demokrat (PD) mendatang akan diwarnai desakan kader di daerah agar SBY dipilih secara aklamasi sebagai Ketum," kata Ibas dalam pesan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (20/12/2014).

Ibas yakin dinamika yang berkembang pada akhirnya akan menegaskan SBY sebagai Ketum secara aklamasi yang diterima semua kader. Menurut dia, kader Demokrat rasional dan ke depan menginginkan memiliki masa depan yang cerah sehingga pantas jika banyak kader yang menginginkan SBY memimpin kembali.

"Kader juga ingin Pak SBY mengayomi kita semua menuju Indonesia yang lebih aman, adil, demokratis, sejahtera dan dihormati dunia," ujarnya.

Ibas juga yakin bahwa figur SBY mampu mengembalikan kejayaan Partai Demokrat sehingga tidak ada yang menyangkal kalau SBY sebagai figur perekat dan pasti bisa diterima oleh seluruh kader Demokrat.

Dia menjelaskan menjelaskan adanya aspirasi kader demokrat itu karena keberhasilan SBY baik sebagai kader utama PD maupun Presiden RI sudah dibuktikan secara baik selama 10 tahun menjalankan amanah rakyat.

"Sebagai presiden RI ke-6 beliau berhasil membangun melalui program-program pro-rakyat, pro-job, pro-business, pro-growth, pro-environment, pro-demokrasi, dan pro-international relations," kata Ibas.

Selain itu Ibas optimis partainya akan terus berada di jalur demokratis dalam memilih pemimpin karena sebagai partai yang relatif muda, PD sudah belajar dari sejumlah pengalaman.

Menurut dia, kader sadar dan tidak akan mengulangi kejadian kelam di masa lalu ketika Demokrat melepas demokrasi dalam memilih kepemimpinan yang berujung kepada ketidaksolidan bagi segelintir orang-orang tertentu.

"Karena itu, saat ini kami sepakat yang terbaik adalah mencari tokoh penentu, pengayom dan bisa membawa kejayaan kembali Demokrat ke depan dan tokoh tersebut adalah Pak SBY," katanya.

Dia yakin SBY dengan berbagai pengalaman dan pengetahuan sekaligus memiliki sikap kenegarawan, sikap tengah yang bijak, akan membawa kembali Demokrat di jalur kemajuan dan masa-masa emas.

sumber

Seluruh Pemain Persib Bakal Latihan dengan Kepala Gundul

Written By Admin on Monday, December 15, 2014 | 11:50 PM

Inilah tampilan baru para pemain Persib Bandung dengan kepala gundul alias botak. 

Para pemain Persib Bandung yang tengah menjalani ibadah umroh saat ini, dipastikan akan tampil berbeda saat kembali latihan pertengahan Desember ini.

Di sesi latihan yang dijadwalkan dilaksanakan 22 Desember, para pemain Persib ini akan tampil dengan kepala botak alias gundul licin karena rambut mereka dicukur habis saat melaksanakan ibadah umrah.

Bagi gelandang Persib, M Taufik, mencukur habis kepalanya sampai "licin" baru pertama kali ia lakukan."Seumur hidup baru sekarang dicukur habis dibotakin," kata Taufik, Minggu (14/12).

Meski begitu, ia merelakan rambu panjangnya ia pangkas habis. Toh, mencukur rambut termasuk dari rangkaian ibadah umrah. "Mudah-mudahan barokah dan ibadahnya lancar. Enggak masalah nanti main dengan kepala botak," ujar Taufik.

Bukan kali ini saja Persib dihuni pemain gundul "licin", musim sebelumnya, penyerang Persib Sergio van Dijk, juga berkepala botak.

Kepergian tim Maung Bandung ke tanah suci, bagian dari bonus yang diberikan Manajer Persib H Umuh Muchtar kepada para pemainnya setelah menjuarai Liga Super Indonesia (LSI).

sumber

LPS Gelar Broader Engagement di Hotel Hilton Bandung


 LPS Gelar Broader Engagement di Hotel Hilton Bandung

 Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar acara Broader Engagement "Penguatan Penegakan Hukum dalam Rangka.

Meningkatkan Integritas dan Akuntabilitas Pelaksanaan Likuidasi" di Hotel Hilton, Senin (15/12/2014).

Hadir pada acara ‎Kepala LPS Eksekutif Wirjoatmodjo, Kepala Sub Direktorat Perbankan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Kombes Pol Umar Sahid‎, dan Kanit 2 Perbankan Ditipideksus Barsekrim Polri AKBP Effendi Pangaribuan.

Acara ini salah satunya membahas tentang perlindungan nasabah lembaga keuangan seperti perbankan, asuransi, dan lembaga keuangan lainnya dari kejahatan perbankan.

sumber

Jepang Lirik Batik Motif Gunung Padang



Tia mengikuti lomba motif Gunung Padang yang diselenggarakan Koperasi Batik Beasan Cianiur, Dekopinda Kabupaten Cianjur, Lembaga Pengkajian Pengembangan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (LP3EM) Hibar, dan pemerintah Kabupaten Cianjur.

Meski batik motif Gunung Padang masih dilombakan, namun peminat terhadap batik khas Cianjur itu sudah mulai menggeliat. Hal itu dikatakan Sekretaris Panitia Lomba Motif Batik Gunung Padang, Saeful Adha, kepada Tribun Senin (15/12).

"Sudah ada warga negara asing asal Jepang yang memesan 5 ribu meter untuk dikirim dan dijadikan pakaian di sana," ujar Saeful di kantor Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Cianjur.

Dikatakan Saeful, ketertarikan WNA Jepang terhadap batik motif situs Gunung Padang karena situs itu termasuk warisan leluhur dunia. Selain itu Batik Cianjuran mulai mengembangkan penggunaan warna alam.

"Sebelumnya memang pernah ada atase kedutaan besar Jepang yang datang ke sini November 2014 untuk melihat perkembangan dunia koperasi dan batik," kata Saeful.

Sekitar 140 gambar motif batik Gunung Padang karya warga Kabupaten Cianjur sudah terkumpul dan siap dinilai. Nantinya 140 gambar itu akan dinilai pada 24-26 Desember 2014. Untuk pendaftaran sudah ditutup hari ini. Tapi untuk penyerahan gambar masih bisa diserahkan sebelum 23 Desember 2014.

sumber
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Metro Bandung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger