Powered by Blogger.
Latest Post

Peredaran Narkoba Di Garut Meningkat

Written By Admin on Wednesday, March 26, 2014 | 10:38 AM

Peredaran Narkotika dan Obat-obatan terlarang (Narkoba) di Kabupaten Garut pada tahun 2014 ini terbilang meningkat. Hingga pertengahan Maret 2014, Polres Garut sudah berhasil mengungkap sebanyak 11 kasus. Dari semua kasus yang ditangani, 95 persen-nya terdiri dari kasus narkoba jenis ganja.

Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Garut, AKP Nurjaman, menuturkan untuk sementara ini bila dilihat dari jumlah kasus memang mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, pada tahun 2011 lalu Polres Garut berhasil mengungkap sebanyak 48 kasus. Tahun 2012 mendapat 30 kasus, 2013 menangani 36 kasus, dan untuk 2014 ini dalam kurun waktu 3 bulan sudah mendapati 11 kasus.

"Untuk sementara ini, bila dilihat dari jumlah kasus memang meningkat bila dibanding tahun sebelumnya. Dimana pada bulan Februari 2014 saja kita sudah mendapat 8 kasus. Dalam penanganan kasus ini, jumlah barang bukti terkecil mulai 1 gram hingga 786,2 gram," ujar Nurjaman, Selasa (25/3/14).

Dikatakan Nurjaman, peredaran narkoba di Kab. Garut ini cukup banyak, seperti di Wilayah Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Karangpawitan, Wanaraja, Limbangan, dan daerah selatan Garut.

Dengan kondisi kasus yang didapat sekarang ini, menurutnya hal ini sudah cukup mengkhawatirkan, karena peredaran narkoba jenis ganja ini sudah merambah ke kalangan pelajar. Oleh karena itu, Nurjaman berharap kerjasamanya antar masyarakat, karena menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi diantaranya tidak sedikit masyarakat yang tidak sadar dan tidak melaporkan kepada pihak berwajib pada saat melihat atau menemukan peredaran atau pemakai narkoba.

"Salah satu kendala yang dihadapi, kadang masyarakat tidak sadar dan tidak melaporkan kepada pihak berwajib saat melihat atau menemukan peredaran narkoba. Padahal keterlibatan masyarakat sangat di tunggu," ucapnya.

Meningkatnya peredaran narkoba jenis ganja ini, papar Nurjaman, salah satunya karena banyak pemain baru yang coba-coba mengkonsumsi dan akhirnya mengedarkan. Namun menurutnya, yang beredar di Garut sekarang ini bukan ganja lokal, tapi kebanyakan ganja Aceh.

Sementara, langkah yang dilakukan Polres Garut untuk menekan tingginya kasus Narkobadiantaranya dengan tak henti-hentinya melakukan pembinaan terhadap anak sekolah, LSM, Perguruan Tinggi, dan kelompok-kelompok masyarakat lainnya.

"Saya himbau kepada masyarakt ketika melihat atau menemukan tindak pidana narkoba ini, supaya melapor ke pihak yang berwajib, dan tidak usah takut karena pelapor pasti dilindungi dan dirahasiakan," katanya.

Perempuan Hamil Tewas dalam Unjuk Rasa Venezuela

 
Jumlah orang tewas dalam kerusuhan di Venezuela terus meningkat. Hingga Senin, 24 Maret 2014, korban meninggal mencapai 36 jiwa. Dua korban terakhir adalah tentara yang tewas di bagian barat Merida dan perempuan hamil di Guaicaipuro. 

Wali Kota Guaicaipuro, Adriana Urquiola, mengatakan perempuan hamil 5 bulan itu tewas pada Ahad malam. Ketika itu, ia tengah menumpang bus yang terjebak di antara huru-hara. Karena para pengunjuk rasa anti-pemerintah membentuk barikade, bus yang ditumpangi perempuan 28 tahun itu pun tidak dapat melanjutkan perjalanan.

"Perempuan itu kemudian meninggalkan bus dan berjalan ke arah barikade," ujar Urquiola. Si perempuan tidak tampak berpartisipasi dalam unjuk rasa. Namun tentara menembak ke arah kepalanya. "Kini kami tengah menyelidiki alasan penembakan itu."

Tentara yang tewas di barat Merida merupakan seorang sersan Garda Nasional. Menurut saksi mata di rumah sakit, prajurit itu mengalami luka tembak di leher. Dia meninggal pada Senin kemarin.

Protes terhadap Presiden Nicolas Maduro terjadi sejak 12 Februari 2014. Unjuk rasa semakin memanas setelah tiga demonstran meninggal. Para pendemo menuntut Maduro mundur. Mereka menuduh pengganti Hugo Chavez itu sebagai biang gelombang inflasi yang terus meninggi, minimnya sembako, dan tingkat kejahatan yang kian tinggi.

Dua Tahanan Kabur Usai Sidang

 
Dua tahanan kabur saat hendak dimasukkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (25/3/2014) sekitar pukul 14.00 WIB. Sidang itu beragendakan pembacaan tuntutan terhadap mereka.

Kedua tahanan itu adalah Anwar alias Bram (22), terdakwa kasus narkotika asal Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Aceh Utara dan Mukhlisin (19) terdakwa kasus pencabulan asal Desa Lhok Meureubo, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Tapi, kemudian Anwar berhasil ditangkap kembali oleh polisi dan jaksa yang mengawalnya setelah dikejar karena tiga kali tembakan peringatan tidak diindahkan.

Informasi yang diperoleh Serambi (Tribunnews.com Network), sekitar pukul 09.00 WIB kemarin, polisi dan jaksa menjemput tahanan dan dibawa ke PN Lhoksukon untuk mengikuti sidang. Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lhoksukon menuntut Anwar 15 tahun penjara dan Mukhlisin delapan tahun penjara.

Setelah sidang selesai, kedua terdakwa bersama tahanan lain dibawa kembali ke Rutan Lhoksukon. Saat petugas menurunkan Anwar dan Mukhlisin, mereka tiba-tiba menyentak borgol di tangannya hingga lepas dan kemudian mereka kabur.

Melihat aksi itu, polisi langsung melepaskan tembakan peringatan tiga kali, tapi kedua tahanan itu tidak menggubrisnya. Mereka lari berlainan arah, sehingga menyulitkan polisi dan jaksa mengejarnya.

"Setelah itu, polisi langsung mengejar kedua tahanan tersebut dan beberapa saat kemudian Anwar berhasil diringkus kembali," ungkap Kapolres Aceh Utara, AKBP Gatot Sujono melalui Kapolsek Lhoksukon, AKP Razali kepada Serambi, kemarin.

Sedangkan Mukhlisin hingga pukul 19.00 WIB tadi malam, menurut Kapolsek, belum ditemukan dan hingga kini masih diburu polisi.

"Petugas masih mencari Mukhlisin di kawasan Lhoksukon, karena kemungkinan dia belum jauh kabur dari rutan," ujar Razali.

Sumber

TNI Temukan Kasus Paksa Pilih Partai Tertentu

 
Danrem 012/TU Kolonel Inf Bambang Ismawan SE mengungkapkan pihaknya menemukan adanya intimidasi, pengancaman bahkan pemaksaan memilih partai tertentu terhadap warga yang akan menggunakan hak pilih pada pemilu legislatif 9 April 2014.

"Sudah ada yang kita temukan (intimidasi dan pengancaman), namun belum bisa kita sampaikan ke publik karena masih kita dalami masalah ini," kata Danrem 012/TU, Kol Inf Bambang Ismawan menjawab Serambi (Tribunnews.com Network), Selasa (25/3/2014) di Meulaboh.

Dikatakannya, temuan yang didapatkan di kalangan masyarakat tersebut hingga kini masih terus dipantau oleh pihak TNI guna memastikan bahwa pesta demokrasi di wilayah kerja Korem 012/TU tetap berjalan lancar, termasuk pengawasan dan pengamanan serta patroli rutin yang dilakukan oleh prajurit di setiap Kodim wilayah barat selatan Aceh.

Danrem Bambang Ismawan mengimbau masyarakat tidak perlu takut dan resah dengan ancaman dan intimidasi yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk memilih salah satu partai dalam pemilu nanti, karena TNI bersama kepolisian siap memberikan pengamanan. Pihaknya meminta masyarakat melaporkan setiap intimidasi dan pengancaman kepada aparat penegak hukum.

"Masyarakat wajib memberikan hak suara sesuai dengan pilihan masing-masing dan wajib memberikan hak pilihnya saat pemilu, jangan takut ancaman atau intimidasi. Karena sesungguhnya pemberian hak suara ini adalah hak masyarakat sepenuhnya untuk memilih wakil rakyat di legislatif," kata Kolonel Bambang.
 

SBY rapat bahas nasib TKI Satinah yang mau dipancung di Saudi

 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pagi ini menggelar rapat terbatas bersama beberapa menteri di kantornya. Ratas kali ini membahas kasus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Satinah di Saudi yang mendapat hukuman mati.

"Berkaitan dengan perlindungan dan bantuan hukum kepada WNI yang tinggal dan bekerja di luar negeri. Bukan hanya yang berstatus TKI, tapi hakekatnya semua yang bekerja dan tinggal di luar negeri," ujar SBY dalam pembukaan rapat, Rabu (26/3).

SBY mengatakan, kasus Satinah yang mendapat hukuman mati karena membunuh majikannya menjadi isu sangat sensitif. Pemerintah Indonesia kerap mencari solusi untuk kasus-kasus ini.

"Saya sendiri terus menangani, mengelola dan mencari solusi untuk hal ini selama 10 tahun. Masyarakat kita sulit membedakan WNI yang mengalami permasalahan di luar negeri itu karena kesalahannya atau bukan, misalnya yang tidak dapat hak-haknya atau yang disiksa," ujar SBY.

Namun dalam kasus Satinah ini, SBY harap masyarakat mengerti. Satinah melakukan perbuatan yang melanggar hukum, bukan penganiayaan dan tidak mendapat hak-haknya sebagai TKI. Menurut SBY, itu dua hal yang berbeda.

"Saya mengerti jika masyarakat marah, tapi terkadang mereka tidak mengerti. Jika dijatuhkan hukuman, seolah-olah mereka tidak bersalah," ujar SBY.

Untuk itu, SBY akan membahasnya bersama para menteri terkait. Termasuk uang tebusan yang diminta keluarga majikan tempat Satinah bekerja.

SBY akan meneken surat perpanjangan izin tebusan dari pemerintah Saudi. Uang tebusan itu harus dibayar pemerintah Indonesia atas pengganti hukuman mati Satinah tanggal 3 April.

"Tanggal 3 itu batas pembayaran diyat kepada saudari Satinah, tapi kan ini harus kita ajukan lagi surat perpanjangannya. Hari ini saya akan teken surat untuk minta lagi pembicaraan dengan keluarga Satinah," ujarnya.

Konflik Rusia-Ukraina Picu Perang Cyber

Written By Admin on Thursday, March 6, 2014 | 2:43 PM

 
Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina ternyata memunculkan perang cyber. Menurut laporan, peretas dari kedua negara itu sedang menyebar maleware dan perusakan software resmi di negara "musuhnya".

Untuk saat ini, peretas dari Ukraina dianggap sudah memasuki situs berita resmi Rusia. Mereka mensabotase isi berita dengan pesan yang bisa memunculkan propaganda. Sedangkan pihak Ukraina menuduh peretas Rusia menjebol akses komunikasi mobile dan sasarannya adalah para pejabat negara tersebut.

"Saya menegaskan bahwa ada serangan pada parlemen Ukraina secara berturut-turut. Ukrtelecom, perusahaan telekomunikasi Ukraina, dimasuki secara ilegal," kata Valentyn Nalivaichenko, Kepala Keamanan Rusia, Rabu, 5 Maret 2014. Namun saat dimintai keterangan oleh BBC, pihak Rusia membantahnya.

Paul Rosenzweig, pendiri perusahaan keamanan Red Red Branch Consulting, mengatakan peretas Rusia memang diklaim memiliki kekuatan untuk menjebol jaringan komunikasi dan mampu bekerja secara efektif. Namun ia menjelaskan bahwa peretas Ukraina juga sama berbahayanya.

"Meski perang cyber semakin terasa di kedua negara, tetap saja senjata militer lebih mengerikan karena memiliki daya rusak yang besar. Peretas memang sama-sama mengancam, tapi kekuatan tank dan peluru lebih berbahaya ketimbang serangan cyber," kata Paul.

Cari Perhatian, Peraga Caleg Dipasang Terbalik

 
Ada-ada saja cara calon anggota legislatif menarik perhatian masyarakat. Seperti dilakukan caleg Partai Hanura di Sidoarjo berikut ini.

Anda yang melintas di jalan protokol Kota Sidoarjo akan melihat pemandangan aneh: ada poster caleg Partai Hanura yang fotonya dibalik. Poster itu bertuliskan "Caleg Wolak Walik é Jaman (Caleg Bolak-baliknya Zaman)" milik caleg Partai Hanura nomor urut 1, Muhammad Abdul Razak SH, MH.

Caleg yang fotonya dibalik ini merupakan kontestan pemilu DPRD Sidoarjo Daerah Pemilihan 1, yang meliputi Kota Sidoarjo, Kecamatan Candi, dan Tanggulangin. Sayangnya, alat peraga kampanye ini dipasang atau dipaku pada pohon di jalan-jalan protokol yang masuk larangan memasang poster kampanye.

Menurut Panitia Pengawas Pemilu Sidoarjo, Burhanuddin, para caleg dipersilakan menggunakan cara masing-masing untuk menarik massa, termasuk memasang foto dengan dibalik. Namun, yang perlu diingat, pemasangan baliho atau peraga kampanye itu tidak boleh melanggar Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 tentang Lokasi yang Harus Steril dari Alat Kampanye.

"Dan pemasangan caleg yang fotonya dibalik itu menyalahi peraturan tersebut karena memasang di sepanjang jalan protokol dan dipaku ke pohon," katanya kepada Tempo, Kamis, 6 Maret 2014.

Baliho atau spanduk, kata dia, dari caleg apa pun akan ditertibkan jika menyalahi peraturan tersebut. Penertiban peraga kampanye itu selalu dia lakukan demi bersihnya Pemilu 2014. "Kalau menyalahi aturan, seperti dipasang di zona larangan dan dipaku ke pohon, kami akan tertibkan," katanya.

Berdasarkan pantauan Tempo, spanduk caleg Partai Hanura itu terpasang di sekitar Jalan Raya Jenggolo, Jalan Raya Gajah Mada, dan Jalan Raya Pahlawan. Namun spanduk itu satu per satu berjatuhan ke jalan karena pakunya tidak terlalu kokoh.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Metro Bandung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger