Powered by Blogger.
Latest Post

Sujud Syukur Usai MK Bacakan Putusan Kader Golkar yang Dipecat

Written By Admin on Friday, August 22, 2014 | 9:56 PM

                             
Agus Gumiwang Kartasasmita, Nusron Wahid dan Poempida Hidayatullah kompak melakukan sujud syukur

Tiga Kader Partai Golkar yang dipecat Aburizal Bakrie, yakni Agus Gumiwang Kartasasmita, Nusron Wahid dan Poempida Hidayatullah kompak melakukan sujud syukur setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusannya menolak seluruh gugatan Pilpres 2014 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Sebelum melakukan sujud syukur tersebut, ketiganya mengamini apa yang MK putuskan dan menyatakan ucapan selamat untuk pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang secara otomatis akan dilantik menjadi presiden dan wakil presiden terpilih periode 2014-2019.

"Demokrasi yang kita jalankan hari ini sesuai keinginan rakyat. Kekuatan dan legitimasi Jokowi-JK kuat sekali menjadi presiden dan wakil presiden terpilih," kata Nusron di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (21/8/2014) malam.

Secara bergantian, ketiganya mengatakan hal yang sama, bahwa keputusan yang diambil MK adalah yang terbaik untuk bangsa. Agus Gumiwang pun tampak tak bisa menyembunyikan kegembiraannya atas putusan MK tersebut.

"Alhamdulillah gugatan Prabowo-Hatta ditolak seluruhnya oleh MK," ujar Agus.

Tak lama kemudian, ketiganya berdiri sejajar dengan dipimpin doa oleh Nusron langsung melakukan sujud syukur. "Ini sujud benar-benar rasa syukur atas keyakinan kita," tandas Nusron.

Agus Gumiwang, Nusron Wahid dan Poempida Hidayatullah dipecat oleh Ical karena tidak mau mengikuti sikap partai yang secara formal mendukung pasangan Prabowo-Hatta dalam Pilpres 2014. Ketiganya pun berencana melayangkan gugatan perdata kepada Ical dan menuntut ganti rugi senilai Rp 1 triliun.

"Gugatannya Rp 1 triliun. Itu akan kami masukkan," kata Agus di kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, 20 Agustus lalu.

Ical menanggapi dengan santai soal ancaman dari ketiga kader Golkar yang dipecat tersebut. "Biar saja, saya itu kan cuma ini saja, buat PR," kata Ical di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu 20 Agustus malam.

sumber

SBY: Saya dengan Senang Hati Membantu Presiden Baru



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung menanggapi hasil keputusan gugatan Pilpres 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK). Tanggapan tersebut disampaikan dalam akun Twitter pribadinya @SBYudhoyono.

Berikut komentar Presiden SBY dalam akun Twitternya, Kamis (21/8/2014):

"Hari ini saya menerima sejumlah pesan yang bernada negatif. Saya tahu hal ini juga beredar di sejumlah kalangan."

"Pesan negatif itu berbunyi 'SBY & PD jangan ngrecoki Jokowi'. Artinya, SBY jangan mengganggu atau mengatur-atur Jokowi."

"Saya tidak paham apa yang dimaksud dengan 'ngrecoki' itu. Tidak ada niat & pikiran sedikit pun untuk mengganggu Pak Jokowi."

"Sewaktu saya menyampaikan Pidato Kenegaraan, 15 Agustus 2014, saya katakan secara moral saya wajib membantu Presiden Baru."

"Saya dengan senang hati membantu jika memang dikehendaki. Jadi terserah kepada Presiden Baru. Tidak ada pikiran buruk dari saya."

"Ketika saya ingin ikut menyukseskan transisi antara saya dg Presiden Terpilih itu jg niat baik saya agar ketika dilantik jauh lbh siap."

"Namun, ternyata ada yang tidak menghendaki hal-hal baik itu terjadi. Tentu saya harus menghormati. Naluri politik saya jadi bekerja."

"Atau barangkali ada yg menganggap SBY & PD menginginkan posisi politik tertentu jika Pak Jokowi menjadi Presiden 5 tahun mendatang."

"Dengan tegas saya katakan tidak ada niat & ambisi seperti itu. PD akan independen & menjadi penyeimbang. Kami tidak haus kekuasaan."

"5 tahun mendatang PD akan berbenah & membangun diri, serta lebih menyuarakan & memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat."

"Sejumlah kader PD dilobi utk bergabung ke kubu politik tertentu. Kami katakan tidak. Jadi tidak ada istilah ngrecoki. Jangan dibalik."

Sementara Joko Widodo dalam jumpa pers sebelumnya menyatakan, setelah posisinya kukuh sebagai presiden-wakil presiden terpilih melalui putusan MK, pihaknya akan mengatur langkah selanjutnya. Apa saja?

"Langkah selanjutnya segera merencanakan, mempersiapkan pemerintahan yang baru," kata Jokowi dalam jumpa pers bersama Jusuf Kalla di Taman Suropati, Jakarta.

"Artinya segera kita bertemu dengan pemerintah sekarang, yaitu pemerintahan Pak SBY untuk mengetahui persoalan," lanjut Jokowi.

Kemudian, sambung Jokowi, nantinya juga pihaknya bisa masuk ke kementerian. "Agar persiapan kita bisa segera matang," demikian Jokowi.

sumber

Manusia Rawa-rawa yang Mati Mengerikan

Written By Admin on Thursday, August 21, 2014 | 10:23 PM

                       Kondisi mayat berusia 2.000 tahun ini masih utuh karena terendam dalam rawa-rawa gambut. (MANCHESTER MUSEUM).
         Kondisi mayat berusia 2.000 tahun ini masih utuh karena terendam dalam rawa-rawa gambut.
                                            
                                             (MANCHESTER MUSEUM)

Tiga puluh empat tahun silam, seorang pria pemotong rumput secara tak sengaja menemukan potongan tubuh manusia tak bernyawa di sebuah rawa-rawa gambut di Desa Cheshire, Inggris.

Mayat itu semula dikira potongan kayu
Pria itu kemudian memutuskan melanjutkan kerjanya.

Namun langkahnya terhenti, lantaran menemukan potongan kaki manusia tak jauh dari temuan pertama.

Belakangan, setelah diteliti para ahli, potongan-potongan tubuh manusia itu, pria berusia 25 tahun, tinggi sekitar 168 cm seberat antara 60-65 kg.

Arkeolog Rick Turner, berperan besar penelitian arkeologis terhadap “manusia rawa-rawa” itu, masih teringat apa dia rasakan saat itu.

“Itu adalah hari-hari paling menarik dalam karir arkeologi saya,” kata Rick Turner.
Pria malang itu diperkirakan meninggal dunia sekitar 2.000 tahun silam, antara dua tahun sebelum Masehi atawa tahun 115 Masehi.

Kondisi tubuhnya relatif utuh sebab terawetkan baik di dalam rawa-rawa gambut.
“Itulah sebabnya kulitnya relatif utuh, rambut dan jenggotnya terpelihara baik,” kata Rick Turner.

“Ini pertama kalinya, kita bisa melihat wajah seseorang dari masa pra-sejarah Inggris.”
Lindow man

Para ahli kemudian menyebut pria itu sebagai Lindow man, merujuk pada lokasi temuan mayat itu di kawasan rawa gambut Lindow moss.

Dia juga sering disebut sebagai Lindow II, lantaran sebelumnya ditemukan “mayat serupa” pada lokasi sama.

Usai diteliti, tubuh pria itu kemudian disimpan di British Museum, London. Juru bicara museum itu katakan, “Temuan ini salah satu temuan arkeologi paling penting pada 1980-an menimbulkan sensasi di media massa”.

Pria malang itu diperkirakan meninggal dunia sekitar 2.000 tahun silam, antara dua tahun sebelum Masehi atautahun 115 setelah Masehi.

Ritual pengorbanan

Hasil penelitian para ahli menyebutkan, pria itu tewas mengerikan. Dia dipukul pada bagian atas kepalanya dengan benda berat, dan dihajar tulang rusuknya.

Temuan tali tipis di lehernya, dia kemungkinan besar dicekik hingga mematahkan lehernya, sebelum dibenamkan di dalam rawa-rawa.

Meski masih menjadi perdebatan di antara para ahli, kemungkinan pria itu dibunuh untuk sebuah ritual pengorbanan.

sumber

Aher: Siap-Siap Diganti!,Perangkat Daerah Bekerja Lamban

 Aher mengancam akan memberhentikan OPD yang bekerja lamban (Foto: Okezone)


                                Aher mengancam akan memberhentikan OPD yang bekerja lamban 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menegaskan, seluruh operasional perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jawa Barat harus berlari cepat untuk melaksanakan berbagai program.

Jika ada pihak di OPD yang bekerja lambat, sanksi tegas siap diberikan. Bahkan tak tanggung-tanggung yang bersangkutan diganti.

“OPD tidak boleh lamban lagi. Lamban dijewer, diganti bisa,” ujar Aher di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/8/2014).

Salah satu contoh kasus perusakan lingkungan di Kawasan Bandung Utara (KBU) yang hingga kini masih terkatung-katung. Dalam kasus ini, OPD yang bersangkutan yaitu Satpol PP harus segera bertindak tegas sebagai pengawas dan penegak peraturan daerah (perda).

“Satpol PP harus punya keberanian lah,” ucap Aher.

Jika ternyata Satpol PP tidak berani menindak tegas para perusak lingkungan, tindakan tegas akan diambilnya. “Saya bisa ganti Kepala Satpol PP-nya,” tegasnya.

Hal itu berlaku bagi OPD lainnya. Diharapkan OPD bisa  berlari lebih cepat untuk kepentingan masyarakat.

sumber



Ajaib, Bocah 15 Tahun Ini Masuk Timnas Norwegia

Written By Admin on Wednesday, August 20, 2014 | 11:24 PM

                            Ajaib, Bocah 15 Tahun Ini Masuk Timnas Norwegia
               Pemain timnas Norwegia, Martin Odegaard. AP/Tor Erik Schroeder, NTB scanpix

baru anak ajaib. Biarpun usianya masih 15 tahun, Martin Odegaard sudah dipanggil untuk bermain membela timnas Norwegia melawan Uni Emirat Arab dalam pertandingan persahabatan pekan depan. Odergaard tak pelak mencatat sejarah sebagai pemain Norwegia termuda yang terpilih masuk timnas negeri itu.

Keberhasilan Odegaard ini tak lepas dari penampilannya yang gemilang di klub Stromsgodset, anggota Liga Norwegia. Di klubnya itu, dalam 14 pertandingan, Odegaard mampu mencetak tiga gol. Prestasi yang membuat pelatih timnas Norwegia, Per-Mattias Hogmo, memasukkan namanya dalam skuad yang juga akan dibawa ke Inggris, September nanti.

Sebenarnya tak aneh bila Odegaard terpilih masuk timnas Norwegia. Sebelumnya nama Odegaard sudah memikat banyak klub di daratan Eropa, seperti Barcelona, Manchester United, Manchester City, Juventus, PSG, dan Ajax. Mendapat kabar namanya masuk timnas, Odegaard senang luar biasa. “Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya sangat terkejut,” katanya.

sumber

6 Jenis Manusia Versi Mochtar Lubis Dihilangkan Jokowi Setuju

                              Jokowi Setuju 6 Jenis Manusia Versi Mochtar Lubis Dihilangkan  
Joko Widodo bergegas meninggalkan Balai Agung usai Pengukuhan Paskibraka di Balaikota, Jakarta, 15 Agustus 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

Calon presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi setuju dengan pernyataan Mochtar Lubis yang menyebut enam ciri manusia yang mesti dihilangkan. "Saya kira ini betul," kata Jokowi dalam Simposium Nasional II, "Jalan Perubahan untuk Indonesia Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian 2014-2019" di Yogyakarta, Senin malam, 18 Agustus 2014. (Baca: Jelang Putusan MK, Tim Jokowi Optimistis Menang)

Enam ciri manusia yang dikutip Jokowi tadi pernah disampaikan Mochtar Lubis saat berpidato di Taman Ismail Marzuki pada 16 April 1977. Saat itu Mochtar Lubis menyampaikan pidato berjudul "Manusia Indonesia". Pidato tersebut menggariskan enam ciri manusia versi Mochtar Lubis, yakni munafik atau hiporkrit, enggan dan segan bertanggung jawab, bersikap dan berperilaku feodal, percaya tahayul, artistik (berbakat seni), dan lemah watak atau karakter. (Baca: Pencitraan, Jokowi-JK Tak Berani Hapus Subsidi BBM)

Menurut Jokowi, akan sulit membangun kemandirian bangsa jika sifat-sifat ini masih melekat. Dari situlah Jokowi kemudian memunculkan jargon "revolusi mental" sebagai wujud pembangunan manusia. "Pembangunan manusia harus segera dilakukan. Hasilnya mungkin baru 20 tahun lagi," kata Jokowi. (Baca: Mengapa Pidato Kemerdekaan Jokowi Peduli Veteran?)

Jokowi menyatakan mental yang kuat akan melahirkan etos kerja. Etos kerja akan menghasilkan produktivitas dan produktivitas akan meningkatkan daya saing. Nantinya, menurut Jokowi, batas antar-negara semakin menghilang. "Bahkan, paspor pun akan ditiadakan, entah kapan," katanya.

sumber

Kabinet Selera Rakyat

Written By Admin on Tuesday, August 19, 2014 | 11:37 AM

 




                                     http://garutnews.com/wp-content/uploads/2014/08/bek.jpg
                                             Ilustrasi. (Foto : John Doddy Hidayat).

Riuh rendah bursa kabinet yang beredar di berbagai media massa dan media sosial belakangan ini menarik untuk disimak.

Jokowi Center dan Radio Jokowi, tim relawan pemenangan Jokowi-JK, misalnya, membuat polling menteri untuk 34 posisi dalam susunan kabinet yang diberi nama Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR).
Mereka memberi tiga pilihan nama dari setiap pos menteri untuk dipilih dan hasil polling tersebut diunggah di situs www.jokowicenter.com .

Centre for Local Government Reform (Cegor) juga sama, mengusulkan nama-nama susunan kabinet yang mereka namai Kabinet Indonesia Raya.

Ada pula Kabinet Trisakti Jokowi-JK, kabinet versi Indo Barometer, dan lain-lain.
Meski penyusunan kabinet merupakan hak prerogatif presiden, beredarnya pengusulan nama-nama menteri-apalagi diusulkan oleh rakyat-patut disambut positif.

Pertama, publik luas akan memiliki kesempatan yang panjang untuk menilai aspek kepantasan calon menteri, baik soal integritas, moralitas, dan kapabilitas.

Hal ini penting, karena sebagai pembantu presiden, sang menteri harus terdiri atas orang ahli sekaligus bersih.
Jika presiden salah memilih pembantunya, itu awal petaka bagi periode pemerintahan mendatang.
Kedua, partisipasi publik dalam penyusunan kabinet dapat menghindarkan politik dagang sapi.

Jamak diketahui bahwa setelah pilpres usai, kebiasaan bagi-bagi kursi menteri di antara partai koalisi selalu muncul.

Konsekuensinya, presiden kerap terbelenggu sehingga aspek profesionalitas sering dikorbankan.
Pada titik inilah pemerintah biasanya akan tersandera.
Ketiga, dengan melibatkan partisipasi publik, komitmen untuk membentuk kabinet kerja akan dapat terlaksana.

Hal ini sesuai dengan janji Jokowi saat kampanye kemarin yang ingin membentuk “kabinet kerja”, bukan “kabinet politik”.

Kabinet kerja adalah kabinet yang diisi oleh orang-orang yang-selain ahli di bidangnya-mau bekerja, bukan hanya ingin mendapat keuntungan semata.
Sebab, jangan sampai pemerintah mendatang hanya terlihat kuat di permukaan sementara di dalam terus digembosi.

Karena itu, Jokowi-JK menyusun kriteria terlebih dulu di setiap pos kementerian, baru kemudian dicari orang yang cocok untuk menjabat.

Hal ini merupakan tindakan selangkah lebih maju.
Sebab, dengan begitu, siapa pun orangnya, asalkan memenuhi kriteria, ia dapat duduk di pos kementerian tersebut.

Kita berharap kabinet anggitan Jokowi-JK mendatang terdiri atas orang-orang bersih dan bebas indikasi masalah (hukum), sekecil apa pun.

Sebab, menteri yang punya indikasi masalah namun tetap dipilih, alih-alih akan membantu presiden, pada kemudian hari justru dapat merepotkan presiden.

Hal seperti itu terlihat telanjang misalnya pada kabinet SBY-Boediono yang kerap direpotkan oleh pembantunya karena tersangkut kasus korupsi dan lain-lain.

Jokowi-JK harus benar-benar mampu mewujudkan kabinet selera rakyat yang berorientasi pada kerja, yang siap “tancap gas” untuk menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar bagi rakyat, seperti lapangan kerja, kemiskinan, pemberantasan korupsi, jaminan kesehatan, pendidikan, dan keamanan.

Semoga.

sumber
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Metro Bandung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger