Powered by Blogger.
Latest Post

BPJSTK Mobile, Mudahankan Peserta Akses Informasi Layanan JHT

Written By Admin on Monday, September 22, 2014 | 9:22 AM



BPJS Ketenagakerjaan Papua Barat saat ini gencar mensosialisasikan aplikasi BPJSTK Mobile yang merupakan bentuk pemberian kemudahan layanan informasi Program BPJS Ketenagakerjaan agar dapat diakses dimanapun dan kapanpun oleh Peserta BPJS.
Aplikasi yang dapat diunduh melalui play store oleh pengguna Smartphone ini dijanjikan BPJS akan terus dikembangkan merespons kebutuhan Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengharapkan kemudahan mendapatkan informasi yang berkaitan dengan program pelayanan BPJS.Fitur aplikasi yang sudah tersedia saat ini antara lain adalah :1. Pendaftaran menggunakan Data kependudukan2. Cek Saldo Jaminan Hari Tua (JHT) secara online cepat dan akurat3. Simulasi Perhitungan Jaminan Hari Tua (JHT)4. Informasi Program BPJS Ketenagakerjaan5. Informasi Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan6. Informasi Pusat Layanan dan Sosial Media

sumber

Pernyataan Evan Dimas Usai Laga Melawan Valencia B

Written By Admin on Saturday, September 20, 2014 | 8:21 PM


 

Kapten Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19, Evan Dimas, mengakui sepak bola Spanyol unggul segalanya atas Indonesia. Meski demikian, pemain asal Surabaya ini salut dengan daya juang yang diperlihatkan pasukan Garuda Jaya, sehingga bisa memberikan perlawanan yang gigih.

Evan Dimas mengungkapkan hal tersebut usai Timnas U-19 bermain imbang 1-1 melawan Valencia B dalam laga uji coba di Ciudad Deportivo de Paterna Valencia, Kamis (18/9/2014) malam. Indonesia sempat tertinggal oleh gol Castiellejo pada menit ke-16, sebelum Evan Dimas mencetak gol penyama pada menit ke-36.

"Kita kalah semuanya, kalah postur, kalah skill. Spanyol memang terkenal karena sepak bola yang bagus, dan Indonesia masih berada di bawah. Tetapi kita punya mental dan daya juang untuk mengalahkan mereka," ujar Evan Dimas setelah pertandingan tersebut.

"Namun tujuan bermain ini bukan untuk kalah-menang. Kami mau mengambil hikmah dari pertandingan melawan tim yang lebih bagus," tambahnya.

Laga melawan Valencia B adalah pertandingan kedua Evan Dimas dkk dalam tur ke Spanyol. Sebelumnya, tim yang dipersiapkan menghadapi Piala AFC U-19 di Myanmar pada Oktober mendatang ini, kalah 1-2 dari Atletico Madrid B dalam laga di Lapangan Campus De Verano, Ciudad Deportiva Atletico De Madrid, Selasa (16/9).


sumber

Demokrasi Bukan Kado


 

Tiap kali pilkada, pileg, atau pilpres, pikiran kita rakyat otomatis tergiring ke apa yang disebut ”pesta demokrasi”. Jadi yang berpesta adalah kita rakyat, bukan mereka wakil-wakil kita yang kita pilih itu.

 Pemilihan merupakan pesta yang jarang terjadi, cuma diadakan sekali dalam beberapa tahun khusus bagi kita rakyat untuk memilih bupati/wali kota, gubernur, anggota parlemen, dan presiden yang kita percayai.
Demokrasi berasal dari dua kata Yunani kuno, ”demos” (rakyat) dan ”kratos” (kekuasaan). Demokrasi menempatkan rakyat sebagai pemilik kekuasaan yang tertinggi, atau dalam istilah populer, ”dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat”.

Itulah kenikmatan demokrasi yang kita rasakan bersama-sama sejak Reformasi 1998 sampai kini. Kita sudah memilih dua presiden secara langsung, empat kali memilih anggota parlemen secara bebas, dan juga memilih ratusan kepala daerah, juga secara langsung.

Kita sudah meninggalkan masa suram enam kali pemilu Orde Baru yang tidak luber dan jurdil, pasrah menerima saja tiap lima tahun sekali MPR mencalonkan Soeharto sebagai presiden. Berkali-kali kita diperdaya seolah hanya Soeharto yang mampu menjadi presiden sebagai mandataris MPR, lembaga yang konon mewakili kita.

Namun, tiba-tiba kini kita rakyat diancam marabahaya kembalinya sistem pemilihan Orde Baru itu. Koalisi Merah Putih ingin memaksakan pilkada dilakukan secara tak langsung alias melalui DPRD seperti dulu. Kita rakyat dilecehkan. Sebab, kata mereka, pilkada langsung terbukti gagal karena boros biaya, menjadi sumber politik uang, dan menimbulkan konflik horizontal.

Ketika rakyat mengkritisi pemborosan, partai-partai menjawab, ”Demokrasi memang mahal.” Maraknya politik uang bersumber dari siasat sebagian calon pejabat publik menyiapkan ”gizi” untuk membeli suara. Dan, konflik horizontal pecah lebih banyak karena persekongkolan di elite partai, bukan karena rakyat bersengketa. Alhasil, tak ada satu pun dari ketiga dalih itu yang layak ditudingkan kepada rakyat sebagai biang keladi kegagalan demokrasi langsung.

Rakyat dianggap belum mampu berdemokrasi. Namun, lihatlah bagaimana sebagian partai dan politisi yang ikut pilkada, pileg, dan pilpres, yang memanfaatkan semua cara untuk berkuasa. Bukan rahasia lagi ada caleg mengeluarkan dana miliaran rupiah untuk membeli suara di Pemilu 2014. Lima tahun lalu, entah berapa triliun rupiah dana hasil korupsi Bank Century digelontorkan untuk memenangkan pihak-pihak tertentu.
Pada kampanye Pilpres 2014, kubu-kubu tertentu melancarkan fitnah kejam untuk menjatuhkan capres Joko Widodo. Ia bukan cuma dikabarkan telah wafat, tetapi juga konon berdarah Tiongkok dengan ayah berasal dari Singapura dan beragama Kristen.

Masih segar dalam ingatan bagaimana kurang ikhlasnya mereka yang kalah Pilpres 2014. Mereka menggunakan cara-cara tidak terpuji dalam melayangkan protes, antara lain mengancam akan menculik Ketua KPU dan menabrakkan kendaraan-kendaraan militer ke barikade polisi yang menjaga gedung Mahkamah Konstitusi.

Sekali lagi, apakah itu semua harus dipersalahkan kepada rakyat, seolah kita belum layak berdemokrasi langsung? Padahal, negara-negara sahabat justru memuji rakyat Indonesia yang telah menentukan pilihan melalui Pemilu-Pilpres 2014 yang kredibel, jurdil, dan luber.

Kalau mengilas balik ke belakang sejak Reformasi 1998, kita telah menjalani proses demokratisasi dengan segala suka dan duka sehingga semakin hari semakin matang. Tak lama setelah kerusuhan Mei 1998, disusul pengunduran diri Soeharto yang digantikan BJ Habibie, transisi dan konsolidasi demokrasi relatif stabil dan aman.

Kita kehilangan Timor Timur. Namun, setidaknya tidak tercerai-berai akibat transisi dan konsolidasi demokrasi yang labil dan tidak aman, seperti di Uni Soviet, Eropa Timur, atau di negara-negara Magribi. Memang ada upaya dari beberapa provinsi yang menuntut kemerdekaan, tetapi akhirnya mau menerima agenda reformasi tentang otonomi daerah yang diperluas.

Sementara itu, lihatlah apa yang dilakukan para politisi dan partai-partai yang tiada henti melakukan ”transisi dan konsolidasi korupsi” di cabang kekuasaan eksekutif, legislatif, bahkan yudikatif. Lihat pula korupsi yang dilakukan di kementerian-kementerian selama sepuluh tahun terakhir yang tidak dilakukan oleh rakyat.

Upaya memberlakukan kembali pilkada tidak langsung merupakan salah satu cara yang tidak demokratis yang masih mempunyai pengikut di negeri ini. Sejarah kita, juga setiap bangsa, memperlihatkan selalu saja ada upaya politisi/pemimpin/partai/kelompok/elite untuk mematikan demokrasi—setidaknya menghambat langkah menuju advanced democracy.

Soekarno melakukannya lewat Dekrit 5 Juli 1959 dengan embel-embel Demokrasi Terpimpin. Soeharto memilih jalan yang semu melalui Demokrasi Pancasila dengan membonsaikan partai hanya menjadi tiga dan Golkar wajib menjadi pemenang pemilu. Abdurrahman Wahid pernah mencoba memberlakukan dekrit.

Selalu ada kaum fanatik yang ingin melakukan democratic reversal tidak akan tinggal diam, termasuk meniadakan pilkada langsung. Patut dicamkan, demokrasi pasca Reformasi 1998 bukanlah kado yang diberikan dari seorang presiden, partai, atau rezim. Kitalah yang berjuang mati-matian merebut demokrasi dan tentu tidak akan rela jika ada yang mau merampasnya.

sumber

Kejanggalan Hasil Laboratorium Klinik Metropole Hospital


14111021691622864807

Turut prihatin dengan banyaknya korban malapraktik  oleh klinik yang diduga (abal-abal) bernama Metropole Hospital. Dalam kasus ini saya tak mau masuk dalam prosedur terapi ataupun mengenai keabsahan dan legalitas klinik yang bersangkutan. Tapi sebagai dokter saya lebih tertarik ingin ikut mengomentari keanehan atau bahkan bisa dibilang kelucuan yang saya dapat dari salah satu hasil pemeriksaan labo[R]atorium salah seorang pasien di klinik tersebut.

Pada secarik kertas berisi laporan hasil pemeriksaan laboratorium tersebut terdapat banyak  ragam kejanggalann yang bisa kita ungkap. Jadi kalau mau memastikan ni klinik abal-abal atau tidak sebenarnya dari lembar kertas ini juga sudah bisa. Kalau begitu langsung saja kita simak berbagai kelucuan yang kita dapatkan disana.

 Urutan penjelasan saya tandai didalam kotak merah disertai nomor disampingnya

1. Disebutkan pada kotak nomor 1 diatas bahwa ini merupakan prosedur pemeriksaan keputihan. Namun disebutkan bahwa jenis pemeriksaannya adalah pemeriksaan RT (rectal toucher). Dari sini kita sudah bisa melihat jelas kengawuran yang terjadi. Masih mending kalau yang ditulis adalah pemeriksaan VT (vaginal toucher) walaupun tetap saja masih salah, yahh tapi setidaknya kan masih bi
sa sedikit dimaklumi karena masih ada kaitannya dengan organ intim kewanitaan. Sementara untuk pemeriksaan RT itu sendiri tidak ada kaitannya sama sekali dengan upaya diagnosis untuk keputihan pada wanita.

Untuk memastikan penyebab keputihan abnormal maka dokter akan menyarankan pemeriksaan sekret vagina dan Pap smear, pada kasus tertentu perlu dilanjutkan biakan kuman dan tes resistensi. Pengambilan sekret vagina dilakukan dengan cara Vagina swab, dimana pemeriksaan cairan dari vagina dilakukan dengan usapan, hasil usapan lalu ditambahkan cairan fisiologis dan garam lalu ditunggu selama 4-5 menit. Swab vagina atau pemeriksaan apus vagina artinya mengambil sediaan seperti lendir yang terdapat pada daerah vagina untuk diperiksa kuman-kuman apakah yang ada di dalamnya dengan menggunakan bantuan bawah mikroskop.

2. Pada kolom ke - 2 kita bisa melihat penggunaan bahasa yang aneh alias tidak sesuai EYD yang berlaku. Ini sepertinya pelaku penipuan adalah orang yang masih awam di dunia kesehatan namun dipaksakan untuk bekerja di bidang kesehatan. Sejak kapan ejaan Labo[R]atorium berubah menjadi Labo[L]atorium. Ini kalau dibaca sama anak SD bisa diketawain sampai vomit loh :)

3. Sudah disebutkan pada nomor 1 bahwa ini adalah prosedur pemeriksaan untuk keputihan, pengambilan spesimen pun yang benar adalah dengan Swab Vagina. Namun kenapa pada poin ke 3 ada hasil pemeriksaan WBC atau singkatan dari White Blood Cell, harusnya pemeriksaan ini untuk darah, namanya saja Blood. Sudah salah nyingkat, salah ngartiin pula dimana harusnya sel darah putih cuma ditulis “sel putih”. Hmmm.. bisa rancu kan sel putih itu apa? putih telur kali ya :)

4. Pada poin kotak ke 4 disebutkan macam bakterinya sedikit, ini maksudanya apa? seharusnya istilah banyak atau sedikit itu tidak digunakan untuk melihat jenis bakterinya, tapi untuk melihat jumlah keputihannya apakah banyak atau sedikit. Sementara itu untuk jenis dan jumlah dari kuman/jamur/bakterinya  itu sendiri ada nilai rujukan standarnya.

5. Untuk poin ke 5 mengenai Sel merah (RBC) ini sama dengan poin ke 3, harusnya pemeriksaan ini untuk merujuk pada hasil pemeriksaan darah, kembali lagi yang bersangkutan salah mengartikan dan menyingkat karena harusnya Red Blood Cell ditulis sel darah merah namun hanya ditulis “sel merah”.


6. Pada poin ke 6 disebutkan dokter penanggung jawab labo[L]atorium adalah dr. Avri. Sementara menurut berbagai sumber ternyata avri ini bukanlah seorang dokter melainkan seorang analis kesehatan. Jadi ada pembohongan publik yang jelas sudah dilakukan klinik metropole. Selain itu jika benar Avri ini adalah seorang analis harusnya juga ga ngarang-ngarang amat menulis hasil laboratnya. Masa iya jika dia seorang analis tidak tahu istilah-istilah terkait laboratorium dan pemeriksaan pasien. Jadi patut dipertanyakan juga apakah avri ini benar-benar seorang analis dan atau dokter apa bukan ?


7. Sel nanah, ini apa maksudnya ? apakah leukosit ? kalau memang leukosit ngapain ditulis lagi sebagai pemeriksaan yang berbeda. Bukankah sudah tertera diatasnya untuk pemeriksaan WBC atau white blood cell itu juga sama artinya dengan pemeriksaan sel darah putih atau kadang orang awam menyebutnya sel nanah disebut demikian karena nanah tersebut terbentuk dari sel darah putih yang mati ketika melawan bakteri/kuman. Hmmm.. atau jangan-jangan pemakaian kata “nanah” ini cuma modus buat nakut-nakutin aja biar pada seremm gitu mendengar ada nanah dalam organ intim yang mengalami keputihannya hehe..

Yah dari berbagai kejanggalan dalam pemeriksaan laborat ini, kami sebagai orang medis sedikit banyak bisa menilai bahwa apa yang terjadi di metropole hospital sejatinya adalah praktek pengobatan yang menyalahi prosedur. Herannya kenapa bisa keluar ijinnya, sampai banyak korban berjatuhan disana. Modusnya pun hampir sama dengan klinik2 pengobatan TCM dari china yang beberapa waktu lalu sempat booming. Pasien akhirnya harus mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk mengobati penyakit yang  sebenarnya tidak dideritanya.

Harus ada tindakan tegas dari pemerintah untuk mengatasi praktek-praktek pengobatan yang  merugikan masyarakat semacam ini. Ada baiknya masyrakat juga jangan mudah terpengaruh pada iklan atau jani-janji pengobatan yang tidak jelas seperti ini. Lebih baik berkonsultasi dulu pad dokter yang jelas ada di rumah sakit yang anda ketahui kredibiltasnya.

Akhirnya buat penyakit jangan coba-coba, niat berobatp engen sembuh malah makin sakit dan terkuras kantong. Sebenarnya kini dengan layanan BPJS anda tak perlu risau lagi ketika berobat ke dokter atau rumah sakit. karena dengan menjadi anggota BPJS kesehatan, segala pemeriksaan dan obat-obatan anda telah ditanggung negara karena anda sudah membayarkan iuran setiap bulannya.

sumber

Mantan Presiden PKS: Saya Kira 20 Tahun, Ternyata Cuma 18 Tahun


Mantan Presiden PKS: Saya Kira 20 Tahun, Ternyata Cuma 18 Tahun

Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menanggapi santai hukumannya yang diperberat menjadi 18 tahun oleh Mahkamah Agung (MA). Bahkan, Luthfi sempat mengira diperberat melebihi itu."Biasa saja, saya kira 20 tahun, ternyata cuma 18 tahun," kata Lutfhi Hasan ditemui usai salat Jumat di depan Rutan KPK, Jakarta, Jumat (19/9/2014).

Hukuman Luthfi diketahui diperberat menjadi 18 tahun penjara dari 16 tahun penjara. MA dalam putusan kasasinya juga mencabut hak politik Luthfi untuk dipilih dalam jabatan publik. Kini, KPK tinggal menunggu salinan putusan MA kemudian melakukan eksekusi terhadap Luthfi
.
Putusan kasasi itu dijatuhkan pada Senin (15/9/2014) kemarin dengan ketua majelis kasasi yang juga Ketua Kamar Pidana MA, Artidjo Alkostar, dengan anggota majelis Hakim Agung M Askin dan MS Lumme.

Luthfi selaku anggota DPR ketika itu dinyatakan terbukti melakukan hubungan transaksional dengan mempergunakan kekuasaan elektoral demi imbalan atau fee dari pengusaha daging sapi. Lutfhi juga terbukti menerima janji pemberian uang senilai Rp 40 miliar dari PT Indoguna Utama dan sebagian di antaranya, yaitu senilai Rp 1,3 miliar, telah diterima melalui Ahmad Fathanah.

Artidjo mengatakan, majelis kasasi menolak kasasi terdakwa karena hanya merupakan pengulangan fakta yang telah dikemukakan dalam pengadilan tingkat pertama dan banding.

Dalam pertimbangannya, Artidjo menilai majelis kasasi menilai judex facti (pengadilan tipikor dan PT DKI Jakarta) kurang mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan seperti disyaratkan pada 197 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) di dalam pertimbangan hukumnya (onvoldoende gemotiveerd).
Hal yang memeberat itu adalah, Luthfi sebagai anggota DPR melakukan hubungan transaksional dengan mempergunakan kekuasaan elektoral demi fee. Perbuatan Luthfi itu menjadi ironi demokrasi. Sebagai wakil rakyat, dia tidak melindungi dan memperjuangkan nasib petani peternak sapi nasional.

MA mengabulkan kasasi jaksa penuntut umum. Putusan yang telah berkekuatan hukum tetap itu sama dengan tuntutan jaksa KPK, yaitu 10 tahun penjara dan delapan tahun penjara untuk perkara pencucian uang. Luthfi sebelumnya divonis 16 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Ia dinyatakan terbukti korupsi dan melakukan tindak pidana pencucian uang.

Pengadilan tipikor juga menjatuhkan hukuman tambahan denda Rp 1 miliar subsider satu tahun kurungan. Di tingkat banding, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta hanya memperbaiki subsider denda, yaitu dari satu tahun kurungan menjadi enam bulan kurungan.

Lutfhi menjawab diplomatis saat disinggung apakah dirinya akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan MA tersebut. Dia justru menyerahkan hal tersebut ke pengacaranya. "Ah itu kan urusan pengacara saja," ujarnya.

sumber

Emil akan Pecat 5 Satpol PP karena Memeras Pengusaha


Emil akan Pecat 5 Satpol PP karena Memeras Pengusaha

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan memberhentikan 4 sampai 5 anggota Satpol PP Kota Bandung karena diduga memeras pengusaha.

" Saya pekan depan akan pecat empat sampai lima oknum Satpol PP yang melakukan pemerasan terhadap pengusaha mencapai belasan sampai puluhan juta rupiah, " ujar Emil panggilan akrab Ridwan Kamil di Balai Kota, Jumat (19/9).

Emil belum menyebut nama-nama anggota Satpol PP yang akan dipecat dengan alasan masih menunggu penyelidikan terbukti. Menurut Emil, oknum Satpol PP tersebut mengutip uang kepada pengusaha. Saat ini sedang dilakukan penyelidikan kepada mereka untuk segera dijatuhkan sanksi berupa pemecatan.

"Saya tidak akan tolerir oknum yang memalukan lembaga, kepada masyarakat dan media, tolong kasih info oknum-oknum yang begitu. Tahun ini penertiban disiplin tidak main-main," tegas Emil.

sumber

Inilah Bahaya Tidur Dengan Lampu Menyala

Written By Admin on Friday, September 19, 2014 | 8:37 PM



Tidur merupakan aktivitas rutin yang dilakukan oleh setiap orang di berbagai lapisan usia. Banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dari tidur khususnya di waktu malam hari. Beberapa manfaat tidur malam yaitu dapat mengistirahatkan fisik dan pikiran setelah seharian beraktivitas yang relatif padat. Ada sebagian orang yang suka tidur malam dengan lampu menyala. Namun ada pula yang tidur malam dengan tanpa cahaya dari lampu. Lalu, adakah bahaya dari tidur malam dengan lampu menyala bagi kesehatan tubuh tersebut...???

        Sahabat, tips kesehatan. Tidur di malam hari dengan lampu menyala ternyata memiliki dampak yang tidak baik untuk kesehatan tubuh. Mungkin tak pernah anda bayangkan sebelumnya, terbiasa tidur malam dengan kondisi lampu menyala akan meningkatkan resiko penyakit kanker, kardiovaskular, gangguan sistem metabolisme dan bahkan mungkin diabetes. Artikel kali ini akan mengetengahkan sebuah bahasan tentang berbagai bahaya dari tidur dengan lampu menyala khususnya di malam hari, Berikut ini bahaya dari tidur dengan lampu menyala dimalam hari :
 
1  Tidur Malam Dengan Lampu Menyala Menghambat Produksi Melatonin. Hormon melatonin berperan dalam mencegah dan menghambat perkembangan sel kanker pada tubuh. Sehingga sangat dianjurkan untuk mematikan lampu saat tidur malam agar hormon melatonin tersebut dapat berproduksi lebih maksimal saat anda tertidur pulas.
 
2   Tidur Malam Dengan Lampu Menyala Sangat Tidak Baik Pada Wanita. Ini dikarenakan, paparan cahaya lampu dimalam hari dapat meningkatkan resiko terkena penyakit kanker payudara dan kanker usus besar bagi kaum wanita. Jadi, para ibu dan remaja putri sebaiknya memulai membiasakan diri tidur malam dengan tanpa nyala lampu.
 
3  Berbagai Efek Buruk Juga Beresiko Mengancam Kesehatan Tubuh Anda. Ini dikarenakan, tidak membiasakan diri tidur malam dengan lampu mati akan berakibat pada berbagai gangguan tidur, penyakit kardiovaskular, gangguan pada sistem metabolisme tubuh serta kemungkinan besar terkena penyakit diabetes yang bisa mengancam jiwa anda.
 
 
  
 
 
 
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Metro Bandung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger