Powered by Blogger.
Latest Post

MENGENAL LEBIH DEKAT KETUA KOMISI C DPRD KOTA BANDUNG

Written By Admin on Wednesday, April 23, 2014 | 4:39 PM

Komisi C merupakan salah satu komisi yang berada dalam Lembaga DPRD Kota Bandung. Komisi C periode 2009-2014 dibentuk berdasarkan Keputusan DPRD Kota Bandung Nomor 01 Tahun 2009 tentang Pembentukan Susunan dan Keanggotaan Komisi-Komisi DPRD Kota Bandung, tanggal 14 Oktober 2009. Komisi tersebut diketuai oleh Entang Suryaman, politisi dari Partai Demkorat.

Komisi C memiliki tugas untuk menggarap bidang pembangunan, yang terdiri dari 7 item. Mulai dari Bidang Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perhubungan, Sumber Daya Alam & Energi, Perumahan Rakyat, Lingkungan Hidup dan Ilmu Pengetahuan & Teknologi. Bidang-bidang tersebut merupakan bidang yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat. Keberadaannya sangat penting sehingga perlu dilakukan pengawasan yang ketat.

Program di tahun ini, Komisi C masih akan terus melakukan pengawasan dan menerima aspirasi dari masyarakat. Bahkan untuk tahun ini, pengawasan akan lebih ditingkatkan terutama kaitannya dengan masalah infrastruktur jalan dan drainase yang banyak mendapat sorotan dari masyarakat. 

Seperti diketahui, saat ini kondisi jalan di Kota Bandung masih banyak yang berlubang. Drainase, masih dituding menjadi penyebab terjadinya banjir cileuncang setiap hujan deras mengguyur Kota Bandung. "Tahun ini kita akan tingkatkan pengawasan terhadap pekerjaan dinas terkait terutama yang berkaitan dengan infrastruktur dan transportasi. Karena masalah inilah yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat," terang Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Entang Suryaman. 

Infrastruktur jalan dan drainase, saat ini memang paling mendapat sorotan. Meskipun anggaran yang disediakan untuk perbaikan cukup besar, namun perbaikan dinilai masih belum bisa optimal. sebanyak 62 titik Banjir cileuncang di Kota Bandung pun kasih belum terselesaikan. Bahkan di sejumlah titik, banjir semakin tinggi dan menghambat aktifitas warga. "Tahun ini peningkatan anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan, drainase, pengairan serta penerangan jalan cukup besar besar, hingga menembus angka hampir 6 Miliar Rupiah. Mudah-mudahan dengan adanya peningkatan anggaran ini bisa menyelesaikan sebagian masalah, dan tentunya kita akan terus mengawasinya," terang Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Entang Suryaman. (adv)**

Peredaran Narkoba Di Garut Meningkat

Written By Admin on Wednesday, March 26, 2014 | 10:38 AM

Peredaran Narkotika dan Obat-obatan terlarang (Narkoba) di Kabupaten Garut pada tahun 2014 ini terbilang meningkat. Hingga pertengahan Maret 2014, Polres Garut sudah berhasil mengungkap sebanyak 11 kasus. Dari semua kasus yang ditangani, 95 persen-nya terdiri dari kasus narkoba jenis ganja.

Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Garut, AKP Nurjaman, menuturkan untuk sementara ini bila dilihat dari jumlah kasus memang mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, pada tahun 2011 lalu Polres Garut berhasil mengungkap sebanyak 48 kasus. Tahun 2012 mendapat 30 kasus, 2013 menangani 36 kasus, dan untuk 2014 ini dalam kurun waktu 3 bulan sudah mendapati 11 kasus.

"Untuk sementara ini, bila dilihat dari jumlah kasus memang meningkat bila dibanding tahun sebelumnya. Dimana pada bulan Februari 2014 saja kita sudah mendapat 8 kasus. Dalam penanganan kasus ini, jumlah barang bukti terkecil mulai 1 gram hingga 786,2 gram," ujar Nurjaman, Selasa (25/3/14).

Dikatakan Nurjaman, peredaran narkoba di Kab. Garut ini cukup banyak, seperti di Wilayah Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Karangpawitan, Wanaraja, Limbangan, dan daerah selatan Garut.

Dengan kondisi kasus yang didapat sekarang ini, menurutnya hal ini sudah cukup mengkhawatirkan, karena peredaran narkoba jenis ganja ini sudah merambah ke kalangan pelajar. Oleh karena itu, Nurjaman berharap kerjasamanya antar masyarakat, karena menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi diantaranya tidak sedikit masyarakat yang tidak sadar dan tidak melaporkan kepada pihak berwajib pada saat melihat atau menemukan peredaran atau pemakai narkoba.

"Salah satu kendala yang dihadapi, kadang masyarakat tidak sadar dan tidak melaporkan kepada pihak berwajib saat melihat atau menemukan peredaran narkoba. Padahal keterlibatan masyarakat sangat di tunggu," ucapnya.

Meningkatnya peredaran narkoba jenis ganja ini, papar Nurjaman, salah satunya karena banyak pemain baru yang coba-coba mengkonsumsi dan akhirnya mengedarkan. Namun menurutnya, yang beredar di Garut sekarang ini bukan ganja lokal, tapi kebanyakan ganja Aceh.

Sementara, langkah yang dilakukan Polres Garut untuk menekan tingginya kasus Narkobadiantaranya dengan tak henti-hentinya melakukan pembinaan terhadap anak sekolah, LSM, Perguruan Tinggi, dan kelompok-kelompok masyarakat lainnya.

"Saya himbau kepada masyarakt ketika melihat atau menemukan tindak pidana narkoba ini, supaya melapor ke pihak yang berwajib, dan tidak usah takut karena pelapor pasti dilindungi dan dirahasiakan," katanya.

Perempuan Hamil Tewas dalam Unjuk Rasa Venezuela

 
Jumlah orang tewas dalam kerusuhan di Venezuela terus meningkat. Hingga Senin, 24 Maret 2014, korban meninggal mencapai 36 jiwa. Dua korban terakhir adalah tentara yang tewas di bagian barat Merida dan perempuan hamil di Guaicaipuro. 

Wali Kota Guaicaipuro, Adriana Urquiola, mengatakan perempuan hamil 5 bulan itu tewas pada Ahad malam. Ketika itu, ia tengah menumpang bus yang terjebak di antara huru-hara. Karena para pengunjuk rasa anti-pemerintah membentuk barikade, bus yang ditumpangi perempuan 28 tahun itu pun tidak dapat melanjutkan perjalanan.

"Perempuan itu kemudian meninggalkan bus dan berjalan ke arah barikade," ujar Urquiola. Si perempuan tidak tampak berpartisipasi dalam unjuk rasa. Namun tentara menembak ke arah kepalanya. "Kini kami tengah menyelidiki alasan penembakan itu."

Tentara yang tewas di barat Merida merupakan seorang sersan Garda Nasional. Menurut saksi mata di rumah sakit, prajurit itu mengalami luka tembak di leher. Dia meninggal pada Senin kemarin.

Protes terhadap Presiden Nicolas Maduro terjadi sejak 12 Februari 2014. Unjuk rasa semakin memanas setelah tiga demonstran meninggal. Para pendemo menuntut Maduro mundur. Mereka menuduh pengganti Hugo Chavez itu sebagai biang gelombang inflasi yang terus meninggi, minimnya sembako, dan tingkat kejahatan yang kian tinggi.

Dua Tahanan Kabur Usai Sidang

 
Dua tahanan kabur saat hendak dimasukkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (25/3/2014) sekitar pukul 14.00 WIB. Sidang itu beragendakan pembacaan tuntutan terhadap mereka.

Kedua tahanan itu adalah Anwar alias Bram (22), terdakwa kasus narkotika asal Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Aceh Utara dan Mukhlisin (19) terdakwa kasus pencabulan asal Desa Lhok Meureubo, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Tapi, kemudian Anwar berhasil ditangkap kembali oleh polisi dan jaksa yang mengawalnya setelah dikejar karena tiga kali tembakan peringatan tidak diindahkan.

Informasi yang diperoleh Serambi (Tribunnews.com Network), sekitar pukul 09.00 WIB kemarin, polisi dan jaksa menjemput tahanan dan dibawa ke PN Lhoksukon untuk mengikuti sidang. Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lhoksukon menuntut Anwar 15 tahun penjara dan Mukhlisin delapan tahun penjara.

Setelah sidang selesai, kedua terdakwa bersama tahanan lain dibawa kembali ke Rutan Lhoksukon. Saat petugas menurunkan Anwar dan Mukhlisin, mereka tiba-tiba menyentak borgol di tangannya hingga lepas dan kemudian mereka kabur.

Melihat aksi itu, polisi langsung melepaskan tembakan peringatan tiga kali, tapi kedua tahanan itu tidak menggubrisnya. Mereka lari berlainan arah, sehingga menyulitkan polisi dan jaksa mengejarnya.

"Setelah itu, polisi langsung mengejar kedua tahanan tersebut dan beberapa saat kemudian Anwar berhasil diringkus kembali," ungkap Kapolres Aceh Utara, AKBP Gatot Sujono melalui Kapolsek Lhoksukon, AKP Razali kepada Serambi, kemarin.

Sedangkan Mukhlisin hingga pukul 19.00 WIB tadi malam, menurut Kapolsek, belum ditemukan dan hingga kini masih diburu polisi.

"Petugas masih mencari Mukhlisin di kawasan Lhoksukon, karena kemungkinan dia belum jauh kabur dari rutan," ujar Razali.

Sumber

TNI Temukan Kasus Paksa Pilih Partai Tertentu

 
Danrem 012/TU Kolonel Inf Bambang Ismawan SE mengungkapkan pihaknya menemukan adanya intimidasi, pengancaman bahkan pemaksaan memilih partai tertentu terhadap warga yang akan menggunakan hak pilih pada pemilu legislatif 9 April 2014.

"Sudah ada yang kita temukan (intimidasi dan pengancaman), namun belum bisa kita sampaikan ke publik karena masih kita dalami masalah ini," kata Danrem 012/TU, Kol Inf Bambang Ismawan menjawab Serambi (Tribunnews.com Network), Selasa (25/3/2014) di Meulaboh.

Dikatakannya, temuan yang didapatkan di kalangan masyarakat tersebut hingga kini masih terus dipantau oleh pihak TNI guna memastikan bahwa pesta demokrasi di wilayah kerja Korem 012/TU tetap berjalan lancar, termasuk pengawasan dan pengamanan serta patroli rutin yang dilakukan oleh prajurit di setiap Kodim wilayah barat selatan Aceh.

Danrem Bambang Ismawan mengimbau masyarakat tidak perlu takut dan resah dengan ancaman dan intimidasi yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk memilih salah satu partai dalam pemilu nanti, karena TNI bersama kepolisian siap memberikan pengamanan. Pihaknya meminta masyarakat melaporkan setiap intimidasi dan pengancaman kepada aparat penegak hukum.

"Masyarakat wajib memberikan hak suara sesuai dengan pilihan masing-masing dan wajib memberikan hak pilihnya saat pemilu, jangan takut ancaman atau intimidasi. Karena sesungguhnya pemberian hak suara ini adalah hak masyarakat sepenuhnya untuk memilih wakil rakyat di legislatif," kata Kolonel Bambang.
 

SBY rapat bahas nasib TKI Satinah yang mau dipancung di Saudi

 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pagi ini menggelar rapat terbatas bersama beberapa menteri di kantornya. Ratas kali ini membahas kasus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Satinah di Saudi yang mendapat hukuman mati.

"Berkaitan dengan perlindungan dan bantuan hukum kepada WNI yang tinggal dan bekerja di luar negeri. Bukan hanya yang berstatus TKI, tapi hakekatnya semua yang bekerja dan tinggal di luar negeri," ujar SBY dalam pembukaan rapat, Rabu (26/3).

SBY mengatakan, kasus Satinah yang mendapat hukuman mati karena membunuh majikannya menjadi isu sangat sensitif. Pemerintah Indonesia kerap mencari solusi untuk kasus-kasus ini.

"Saya sendiri terus menangani, mengelola dan mencari solusi untuk hal ini selama 10 tahun. Masyarakat kita sulit membedakan WNI yang mengalami permasalahan di luar negeri itu karena kesalahannya atau bukan, misalnya yang tidak dapat hak-haknya atau yang disiksa," ujar SBY.

Namun dalam kasus Satinah ini, SBY harap masyarakat mengerti. Satinah melakukan perbuatan yang melanggar hukum, bukan penganiayaan dan tidak mendapat hak-haknya sebagai TKI. Menurut SBY, itu dua hal yang berbeda.

"Saya mengerti jika masyarakat marah, tapi terkadang mereka tidak mengerti. Jika dijatuhkan hukuman, seolah-olah mereka tidak bersalah," ujar SBY.

Untuk itu, SBY akan membahasnya bersama para menteri terkait. Termasuk uang tebusan yang diminta keluarga majikan tempat Satinah bekerja.

SBY akan meneken surat perpanjangan izin tebusan dari pemerintah Saudi. Uang tebusan itu harus dibayar pemerintah Indonesia atas pengganti hukuman mati Satinah tanggal 3 April.

"Tanggal 3 itu batas pembayaran diyat kepada saudari Satinah, tapi kan ini harus kita ajukan lagi surat perpanjangannya. Hari ini saya akan teken surat untuk minta lagi pembicaraan dengan keluarga Satinah," ujarnya.

Konflik Rusia-Ukraina Picu Perang Cyber

Written By Admin on Thursday, March 6, 2014 | 2:43 PM

 
Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina ternyata memunculkan perang cyber. Menurut laporan, peretas dari kedua negara itu sedang menyebar maleware dan perusakan software resmi di negara "musuhnya".

Untuk saat ini, peretas dari Ukraina dianggap sudah memasuki situs berita resmi Rusia. Mereka mensabotase isi berita dengan pesan yang bisa memunculkan propaganda. Sedangkan pihak Ukraina menuduh peretas Rusia menjebol akses komunikasi mobile dan sasarannya adalah para pejabat negara tersebut.

"Saya menegaskan bahwa ada serangan pada parlemen Ukraina secara berturut-turut. Ukrtelecom, perusahaan telekomunikasi Ukraina, dimasuki secara ilegal," kata Valentyn Nalivaichenko, Kepala Keamanan Rusia, Rabu, 5 Maret 2014. Namun saat dimintai keterangan oleh BBC, pihak Rusia membantahnya.

Paul Rosenzweig, pendiri perusahaan keamanan Red Red Branch Consulting, mengatakan peretas Rusia memang diklaim memiliki kekuatan untuk menjebol jaringan komunikasi dan mampu bekerja secara efektif. Namun ia menjelaskan bahwa peretas Ukraina juga sama berbahayanya.

"Meski perang cyber semakin terasa di kedua negara, tetap saja senjata militer lebih mengerikan karena memiliki daya rusak yang besar. Peretas memang sama-sama mengancam, tapi kekuatan tank dan peluru lebih berbahaya ketimbang serangan cyber," kata Paul.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Metro Bandung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger