Powered by Blogger.
Latest Post

Brigjen Polisi Didik Purnomo Kembali Di Periksa KPK

Written By Jabar Dunia on Tuesday, September 2, 2014 | 2:57 PM



Mantan Wakil Kepala Korps Lalu Lintas Polri Brigadir Jenderal Didik Purnomo di kantor KPK


Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Wakil Korps Lalu Lintas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Didik Purnomo, Selasa 2 September 2014.

Didik Purnomo diperiksa terkait kasus dugaan korupsi simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) motor dan mobil di Korps lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri tahun anggaran 2011.

"Diperiksa sebagai tersangka," kata Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha.

Didik sudah tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.00 WIB. Tidak ada keterangan yang disampaikan Didik.

Diketahui, KPK telah menetapkan Wakorlantas Mabes Polri Brigjen Polisi Didik Purnomo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM tahun 2011 sejak 2 Agustus 2012. Meski demikian, Didik hingga saat ini masih belum ditahan.

Dalam proyek senilai Rp198 miliar itu, Brigjen Didik Purnomo berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). "Sprindik pertama tanggal 27 Juli 2012. PPK-nya Brigjen Pol DP sebagai Wakil Kepala Korlantas," kata Ketua KPK Abraham Samad.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menjelaskan, Didik selaku Pejabat Pembuat Komitmen diduga melakukan perbuatan melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau koorporasi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Jo Pasal 55 dan 56 KUHP. Pasal ini mengatur mengenai tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian negara.  


sumber

Selamat datang pemimpin Indonesia baru, babak baru buat siapa?


Bagimana kelanjutan perekonomian Indonesia, sumber energi dan sumber daya manusia dari para generasi muda Indonesia

Selesai sudah sidang Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah menolak permohonan calon Presiden No urut satu. Hakim MK, Hamdan Zoelva sudah mengucapkan amar putusan di Ruang Sidang Pleno MK, Kamis (21/8) lalu.

MK telah mengukuhkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

Kini Presiden dan wakil Presiden baru, menjadi babak baru Indonesia, babak baru buat kita juga kah?
Sistem ikat atau Noken di Papua yang dipermasalahkan karena pencoblosan dilakukan sendiri oleh petugas KPU ternyata tidak bermasalah, Noken adalah hasil musyawarah Desa untuk menentukan siapa pilihan tunggal di desa itu, hebat bukan?, semua bisa dimusyawarahkan demi babak baru di sejumlah daerah Provinsi Papua, karena pernahkah kita mendengar sebuah cerita baru dari Provinsi Papua? dari dulu seperti itu saja, mungkin penulis tidak informatif karena tidak mendapat informasi yang detail tentang perubahan di Provinsi Papua, tapi bisakah sebuah berita sampai di telinga kita jika berita perubahannya yang terjadi merupakan berita perubahan yang biasa-biasa saja?.

Jadi melihat sistem Noken ini, jelas rakyat Papua ingin berganti cerita, menjadi cerita yang enak di ceritakan pada anak-anak menjelang tidur malam.

Babak baru buat para generasi muda?


Apa yang akan kita lakukan untuk memasuki babak baru ini? berjalan seperti biasa bukanlah suatu keburukan, atau berani memilih untuk keluar dari jalur umum dengan melakukan terobosan-terobosan baru?.
Bukankah anak muda yang secara inisiatif menjadi relawan-relawan pada saat Pilpres kemarin?, bukan hanya terobosan baru, tapi cerita baru dalam perjalanan Pilpres sepanjang sejarah Indonesia. Dengan kata lain anak muda sangat menginginkan sebuah babak baru dari hal apapun.

Namun sekali lagi, setelah ini apa? kembali ke rutinitas kah?, menyelesaikan kuliah berharap dapat beasiswa dengan memalsukan surat tidak mampu, lalu melamar pekerjaan dengan ratusan CV yang disebarkan, lalu menikmati kehidupan malam walau kadang tidak menikmati secara keseluruhan.

Babak baru itu harus dicoba, mumpung Presiden baru ini mudah untuk mendengar, mudah untuk bereaksi dalam aksi. dengan kata lain, saatnya bersiap-siap dengan perubahan, jika ternyata ada kebijakan-kebijakan baru dari pemerintah untuk mendukung pergerakan generasi muda dalam semua bidang (musik, kreatif, ekonomi dan lainnya), kita telah siap karena sudah ada niat untuk memasuki babak baru tersebut

sumber.http://www.bandungmagazine.com

Bakal Ada Rangkap Jabatan,Menteri SBY Ramai-ramai Mundur

Written By Admin on Monday, September 1, 2014 | 9:57 AM



Menjelang pelantikan Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi pada 20 Oktober mendatang, menteri di Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ramai-ramai mundur. Para menteri itu mundur karena akan dilantik menjadi anggota DPR periode 2014-2019 pada 1 Oktober 2014.
Tujuh menteri SBY akan meninggalkan kursinya mulai September besok. Untuk mengisi sementara kekosongan posisi tersebut, kemungkinan akan ada menteri yang harus rangkap jabatan.

"Bisa dirangkap semua, bisa juga dibagi-bagi," ucap Menko Kesra Agung Laksono usai mengikuti kegiatan Independence Run Day bersama Presiden SBY di Monas, Minggu (31/8/2014).

Ia menjelaskan, umumnya yang akan menjadi menteri pengganti atau pengisi kekosongan adalah menteri koordinator. Ia akan mengisi kursi menteri kosong yang ada di bawah koordinasinya. Seperti Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung kemungkinan besar akan merangkap jabatan 5 menteri sekaligus.

Karena 4 menteri di bawah koordinasinya, yakni Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, Menteri ESDM Jero Wacik dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, harus mundur karena akan menjabat sebagai anggota DPR RI.

"Tapi kalau kementrian di bawah saya tidak ada, karena Menpora kan nggak jadi (anggota dewan)," ucap Agung. Kursi menteri sendiri tidak boleh kosong karena akan ada peralihan ke kabinet baru.

Tapi, keputusan siapa menteri yang akan rangkap jabatan tetap berada di tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Itu terserah presiden. Toh hanya 1 bulan. Ya semestinya tidak boleh kosong karena nanti ada peralihan ke kabinet baru," jelas Agung.

Tujuh menteri harus mundur paling lambat 25 September karena akan dilantik menjadi anggota legislatif pada 1 Oktober 2014. Sementara presidan dan wakil presiden pemenang pilpres 2014 akan dilantik pada 20 Oktober 2014.

Selain 4 menteri di atas, 3 menteri lainnya yang harus meninggalkan kursinya untuk dilantik menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019 adalah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Syarief Hasan, dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faisal.

sumber

Jokowi Buat Riuh Muktamirin PKB,Ucap Kata 'Bocor



Presiden terpilih Joko Widodo menyayangkan masih banyaknya masalah yang dialami Indonesia di berbagai bidang. Masalah-masalah tersebut, menurut pria yang akrab disapa Jokowi tersebut, membuat uang negara terbuang sia-sia.

"Masalah yang gini-gini ini yang menyebabkan negara nggak betul, nggak efisien, banyak uang yang bocor," kata Jokowi saat memberi pembekalan dalam Muktamar PKB di Hotel Empire Palace, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (31/8/2014) malam.

Namun pernyataan Jokowi tersebut, justru membuat seisi ruangan tertawa dan bersorak riuh. Sebab, ucapan Jokowi itu serupa dengan perkataan yang disampaikan pesaingnya di Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 lalu, Prabowo Subianto.

"Hahaha, bocor bocoooor," seru seorang hadirin yang kemudian diikuti oleh banyak muktamirin atau peserta muktamar.

Jokowi yang merasakan riuh penonton itu pun sepertinya langsung menyadari kesamaan pengucapan kata bocor itu. Dia langsung menimpalinya dengan tertawa pula.

"Ia benar, bocor ini hahaha," timpal Jokowi.

Salah satu masalah yang menyebabkan uang negara bocor, kata Jokowi, adalah di bidang pertanian. Jokowi mengatakan, Indonesia sebenarnya memiliki lahan pertanian yang luas, sayangnya lahan itu tidak dimanfaatkan dengan baik.

"Petani punya sawah satu hektare, tapi panennya cuma sedikit. Padahal kalau mampu menyiapkan air yang baik, mampu menyiapkan pupuk yang baik, bibit yang baik, sebetulnya yang namanya swasembada beras bukan masalah yang besar," tandas Jokowi.

sumber

Persib siap lawan Persita di Bandung

Written By Admin on Sunday, August 31, 2014 | 7:47 PM


 

Tim Maung Bandung Persib siap mengamankan laga penutup melawan Persita Tangerang di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, Minggu (31/8).

"Meski target ke delapan besar sudah di tangan, namun kami tetap harus menyelamatkan pertandingan di Bandung. Kami akan mempertahankan trend hasil positif di Bandung," kata Pelatih Persib Jajang Nurjaman di Bandung, Sabtu.

Meski berstatus sebagai tim tamu, namun Persib Bandung beruntung karena Persita Tangerang memilih pertandingan tandang mereka di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung.

Persib yang dipastikan berlaga di hadapan publinya sendiri, memiliki target mengamankan posisi di tiga besar dan menjaga tidak terpeleset pada laga pamungkas di hadapan bobotoh.

"Persib akan tampil full team, kami serius menyiapkan pertandingan esok hari. Persita masih membutuhkan point sehingga kami waspada penuh," katanya.

Persita merupakan salah satu dari dua lawan pamungkas yang akan dihadapi Persib pada laga tandang di ajang ISL 2014 grup barat. Satu lawan lainnya Sriwijaya FC yang akan dihadapi pada 5 September mendatang.

Namun menghadapi laga pamungkas di Bandung lawan Persita, pelatih Jajang Nurjaman dipastikan akan menurunkan formasi komplit. Seluruh pemain dipastikan bisa tampil tanpa ada yang cedera atau terakumulasi kartu kuning.

"Semua pemain dalam kondisi bisa tampil, dan kami sudah menyiapkan strategi untuk esok hari. Meski sudah ke delapan besar namun kami tetap profesional dan tidak over confidence," katanya.

Lain halnya dengan wing back M Ridwan, yang akan menjalani pertandingan pamungkasnya bersama Persib musim ini pada laga esok hari. Pasalnya Ridwan yang sudah tiga musim bersama Maung Bandung akan berangkat menunaikan ibadah haji pada 6 September mendatang.

Ridwan dipastikan absen pada laga tandang sekaligus laga pamungkas Persib Bandung melawan Sriwijaya FC di Stadion Jaka Baring Palembang, Sumsel.

"Ya pertandingan besok merupakan laga terakhir buat Ridwan, ia akan menunaikan ibadah haji sehingga absen pada laga melawan Sriwijaya. Namun tak masalah karena kami sudah biasa melakukan rotasi pemain," kata Jajang Nurjaman.

Persib Bandung saat ini berada di peringkat ketika klasemen sementara ISL 2014 dengan nilai 35 hasil 18 kali bertanding, sepuluh kali menang, lima seri dan tiga kali kalah.

Sedangkan Persita Tangerang berada di zona kritis di peringkat kesepuluh dengan nilai 15 hasil 18 kali bertanding, empat kali menang, tiga seri dan sebelas kali kalah.
Editor: AA Ariwibowo

Pemberantasan Korupsi Tergantung Perangkat

                                Hasil gambar untuk gambar pramono anung wibowo

Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung Wibowo mengatakan, Indonesia telah memiliki perangkat yang baik dalam pemberantasan korupsi. Namun, langkah-langkah pemberantasan korupsi tetap bergantung pada aturan main yang ada.

"Kalau parlemennya ikut dalam gerakan antikorupsi, maka juga harus menyiapkan semua tool yang berkaitan dengan itu," kata Pramono dalam pertemuan Southeast Asian Parliaments Against Corruption (SEAPAC) yang bertempat di Jakarta, Kamis (28/8). Pramono mengatakan, di Indonesia pemberantasan korupsi juga masih terkendala proses asset recovery. Walaupun begitu, dengan kekuatan perangkat-perangkat lain yang telah bekerja dengan baik, ia yakin upaya pemberantasan korupsi pada masa yang akan datang akan lebih baik.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI Surahman Hidayat dalam pertemuan serupa menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk memerangi korupsi. "Para delegasi sepakat untuk membangun sebuah kawasan yang memiliki toleransi nol terhadap korupsi," kata Surahman mengingatkan hasil pertemuan SEAPAC di Medan tahun lalu.

Pertemuan kemarin juga dihadiri oleh perwakilan perwakilan APNAC Osei Kyei Mensah Bonsu dan perwakilan negara-negara anggota SEAPAC, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Dalam pertemuan itu akan dibahas program kerja SEAPAC hingga tahun 2015 dan tindak lanjut implementasi SEAPAC Plan of Action dan Deklarasi Medan.

Kurang pengawasan
Di lain pihak, Wakil ketua KPK Adnan Pandu menilai sistem pengawasan di kementerian dan lembaga sejauh ini belum efektif. "Kenapa korupsi banyak terjadi, karena lemahnya pengawasan," kata Adnan, kemarin.

Selama ini, kata Adnan, inspektorat sebagai instrumen pengawasan yang dimiliki kementerian tidak berjalan dengan baik. Begitu juga, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai kontrol terhadap pengeluaran keuangan negara.

Hal yang selama ini terjadi, kata Adnan, inspektorat cenderung sungkan terhadap pejabat menteri di kementerian tertentu dalam menjalankan fungsi kontrol. Hal itu karena lembaga berada di bawah kementerian. "Jadi, dibutuhkan lembaga yang independent. Sebagai mantan kompolnas, saya merasakan irwasum di Mabes Polri tidak akan berfungsi banyak karena seperti ini sistemnya,'' katanya.

Di Amerika, kata Adnan, inspektorat jenderal diangkat presiden dan dibiayai presiden. Jadi, inspektorat bertanggung jawab kepada presiden dan parlemen. Jadi, tidak di bawah menterinya. "Konsep itu sudah ada, konon kabarnya draf itu ditandatangani dengan bersamanya UU aparat sipil negara," kata Adnan.  rep:c92/c62 ed: fitriyan zamzami

sumber

Diminta Berbesar Hati Menerima Kapolri Permintaan Maaf Adrianus

Written By Admin on Saturday, August 30, 2014 | 10:19 AM


Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Prof. Adrianus Meliala telah meminta maaf atas kritik pedas yang dilontarkannya ke Polri. Kapori Jenderal pol Sutarman pun diminta untuk berbesar hati menerima permintaan maaf tersebut.

"Saya kira Kapolri sebaiknya berbesar hati untuk menerima permintaan maaf daripada Adrianus," kata Anggota Komisi III DPR RI Martin Hutabarat saat berbincang dengan detikcom via telepon, Jumat (29/8/2014).

Martin menilai, Adrianus hanya menjalankan tugasnya sebagai anggota Kompolnas. Yakni membantu presiden dalam memberikan usulan-usulan demi perbaikan di tubuh Polri.

"Saya kira dia (Adrianus) tidak memiliki maksud buruk terhadap institusi kepolisian," imbuh Martin yang juga Ketua DPP Partai Gerindra itu.

"Andaikata pernyataannya itu tidak dapat diterima oleh kepolisian, saya kira Adrianus perlu mengulangi sekali lagi pernyataan maafnya di hadapan media massa. Tapi kalau menyuruh dia harus membayar untuk iklan membuat pernyataan mencabut pernyataannya di semua surat kabar, saya kira dia nggak punya uang itu," sambung Martin.


sumber
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Metro Bandung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger