Powered by Blogger.
Latest Post

Mantan Kabag Keuangan PDAM Bengkulu Menangis Usai Divonis 9 Tahun Penjara

Written By Admin on Tuesday, April 28, 2015 | 3:59 AM



Terdakwa Betty Ainun, selaku mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan PDAM kota Bengkulu, divonis dengan hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp 50 juta.

Demikian pembacaan putusan pekara dugaan korupsi di Pengadilan Negeri Kelas I A oleh Hakim Ketua Majelis Siti Insirah (Senin, 13/04).

Dijelaskan dalam amar putusan bahwa, salah satu hal yang memberatkan terdakwa karena ia selama di persidangan tidak menunjukan rasa menyesal dan bersalah terhadap perbuatan yang didakwakan padanya. Sedangkan hal yang meringankan bahwa terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya. 

Setelah sidang ditutup, terdakwa Betty Ainun di luar persidangan menagis tersendu-sendu dan meminta kepada pengacaranya agar bisa mengupayakan hukuman yang lebih ringan.

"Kalau hanya 5 tahun masih bisa terima, tapi 9 tahun terlalu lama," ungkapnya, sembari mengatakan bahwa ia memiliki tanggungan anak yang harus dijaga.

Penasihat hukum (PH) terdakwa Irwan mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan upaya hukum Banding. Dan Irwan menilai putusan tersebut tidak manusiawi dan tetap akan melakukan upaya hukum.

sumber

Gus Wahyu NH Aly: Ketidakadilan yang Dialami Nenek Asyani Tak Bisa Didiamkan

Selayaknya semua pihak, termasuk tokoh agama dan masyarakat menyikapi vonis majelis hakim terhadap nenek Asyani di Situbondo, Jawa Timur. Budayawan yang juga ketua Komunitas Kyai Muda Gus Wahyu NH Aly menilai vonis tersebut tidak dilandasi rasa keadilan.

"Tokoh agama dan masyarakat wajib bergerak, terlebih ini soal keadilan. Dalam agama, ketidakadilan itu kasus kolektif bukan pribadi. Haram hukumnya apatis, masa bodoh dengan vonis nenek Asyani. Khususnya tokoh agama dan masyarakat Situbondo," tegasnya.

Menurutnya, apa yang dialami nenek Asyani sudah masuk ranah kewajiban kolektif (fardhu kifayah). Sehingga, mendiamkan tanpa aksi termasuk rendahnya kualitas iman. Ia juga menjelaskan, alangkah ironisnya apabila tokoh agama dan masyarakat Situbondo tidak ada upaya membantu ketidakadilan yang dihadapi nenek Asyani.

"Melihat fenomena ini dengan ushul fiqh, bagi tokoh agama pasti paham. Tapi paham saja tidak cukup, tokoh agama wajib turun tangan, termasuk masyarakat.  Ini terkait fardhu kifayah, semua memiliki hak untuk membantu. Jika satu desa belum mampu, ya se-kabupaten wajib untuk turun tangan," tambahnya.

Cucu KH Abdullah Siradj ini berharap, para tokoh agama, khususnya yang ada di Situbondo tidak sekedar mengajarkan agama dengan cuap-cuap di majlis, tapi juga dengan memberikan tauladan.

Seperti diberitakan, majelis hakim Pengadilan Negeri Situbondo,  Kamis (23/4) lalu, menjatuhkan vonis satu tahun penjara dengan masa percobaan 15 bulan kepada nenek Asyani, warga Dusun Krastal, Desa Jatibanteng, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Asyani adalah terdakwa kasus pencurian tujuh batang kayu milik Perum Perhutani setempat.

Selain itu, majelis hakim yang dipimpin Kadek Dedy Arcana juga menjatuhkan denda sebesar Rp 500 juta dengan subsider satu hari masa kurungan. Namun, karena pertimbangan usia dan kesehatan nenek Asyani, subsider kurungan tersebut tidak perlu dijalani oleh yang bersangkutan.

Sementara itu, penasihat hukum Asyani, Supriyono, mengaku tidak terima dengan putusan hakim tersebut. Untuk itu, dia menyatakan akan menempuh banding atas putusan bersalah terhadap Asyani.

sumber

Fadli Zon: Prabowo Subianto Tetap Maju di Pilpres 2019



Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon berharap agar ketua umumnya, Prabowo Subianto tetap maju menjadi calon presiden pada Pilpres 2019 untuk menebus kegagalan Pilpres 2014.

"Kami berharap pak Prabowo tetap maju pada pemilihan umum presiden dan mudah-mudahan bisa menebus kegagalan pada pemilu 2014," kata Fadli di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sabtu kemarin (25/4).

Dilansir dari Antara, harapan itu disampaikan saat memberi pengarahan pada temu dan konsolidasi kader Gerindra dalam rangka memenangkan pilkada yang akan digelar secara serentak Desember 2015.

Fadli Zon mengakui, pesta politik yang cukup padat karena ada pemilu anggota legislatif dan pilpres pada 2014 belum membuahkan hasil yang maksimal. Partai Gerindra memang mampu menempati urutan ketiga secara nasional dalam perolehan suara anggota legislatif, namun belum mampu membawa  Prabowo sebagai Presiden.

"Di pemilu legislatif Gerindra urutan ketiga, bahkan di NTB, urutan kedua perolehan suara anggota legislatif. Itu satu pencapaian yang memang harus dianggap jangan berbangga dulu, tapi kita patut bersyukur juga karena sudah mencapai posisi itu," ujarnya.

Namun dengan kondisi pemerintahan yang sekarang ini, menurut Wakil Ketua DPR RI, ini masyarakat mulai mengetahui apa yang telah terjadi dengan tidak memilih Prabowo sebagai Presiden. "Kita baru merasakan setelah seseorang menjabat, kalau janji kampanye bisa banyak, janji banyak sekali, tapi ketika berkuasa apa yang terjadi," ucapnya.

Dalam enam bulan terakhir, kata Fadli, berbagai komentar langsung dari masyarakat yang merasakan bahwa hidup di Indonesia, di era pemerintahan saat ini bukannya makin mudah, tapi semakin sulit. Masyarakat terbebani dengan harga kebutuhan pokok yang semakin naik, di mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), elpiji, dan kenaikan harga beras yang cukup fantastis di saat Indonesia mengklaim diri surplus pangan.

Masyarakat juga merasakan dampak terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menembus angka Rp 13 ribu per dolar AS. Kondisi seperti itu tidak pernah terjadi selama era reformasi.

Kondisi ekonomi saat ini patut menjadi keprihatinan. Namun, kata Fadli, Gerindra sebagai partai politik yang sudah berkembang harus meyakini dan menyampaikan kepada masyarakat bahwa di dalam situasi apa pun partainya tetap bisa rasional. Sikap rasional terhadap berbagai kebijakan pemerintah sudah disampaikan, meskipun berada di luar pemerintahan.

Ia menegaskan bahwa Gerindra berada di luar pemerintahan sebagai oposisi yang rasional, bukan oposisi yang mengedepankan sikap emosional.

"Kalau oposisi emosional yang baik tidak didukung, apalagi yang tidak baik. Gerindra adalah partai yang rasional dan itu sudah ditunjukkan dengan jiwa besar Pak Prabowo menyatakan penghormatan dan dukungan terhadap Presiden terpilih Joko Widodo," tukas Fadli.

sumber

SBY Diberi Tempat, Megawati Dibuat Mati Suri



Pengaruh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke pemerintahan yang dikomandoi Presiden Joko Widodo lebih kuat dari Megawati Soekarnoputri. Buktinya, orang dekat SBY masih dipertahankan oleh Jokowi.

Begitu dikatakan Koordinator Nasional Indonesia Inisiatif Forum, Rahmat Kardi dalam perbincangan dengan redaksi, Sabtu (25/4).

"Orang-orang SBY seperti Lambok Nathan, Sudi Silalahi tetap menempel sebagai stafsus Luhut Panjaitan selaku Kepala Staf Kepresidenan Jokowi," terang dia.

Dalam penegakan hukum juga menunjukkan demikian. Misalnya, Taufiqurrahman Ruki yang diangkat sebagai pelaksana tugas Ketua KPK dan Jenderal Badrodin Haiti menjadi Kapolri. Sementara mantan pengawal Megawati, Komjen Budi Gunawan hanya menjadi Wakapolri.

‎Bukti lainnya terdapat pada kasus Jero Wacik. Dalam sidang praperadilan Menteri ESDM era SBY i‎tu, sejumlah saksi ahli yang diajukan oleh KPK mendapatkan penolakan dari hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. SBY juga masih diberikan tempat oleh Jokowi menjadi pembicara dalam Konferensi Parlemen Asia Afrika.

"Sementara kader Megawati di PDIP, Adriansyah malah ditangkap oleh tim KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Bali. Parahnya, saat penangkapan anggota DPR RI itu sedang berlangsung kongres yang mengukuhkan kembali Megawati sebagai ketua umum 2015-2020," urai Rahmat.

Oleh karena itu, dari sejumlah fakta-fakta diatas, jelas menunjukkan bahwa kekuatan dua mantan presiden itu pada pemerintahan lebih cenderung ke SBY, yang saat ini menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

"Kesimpulannya, boleh saja Mega menunjuk hidung Jokowi 'elo petugas partai'. Namun dalam kenyataannya, Jokowi malah menggebuk peran Ibu suri yang perlahan-lahan membuatnya mati suri," tandas Rahmat.

sumber

Dituntut Enam Tahun Penjara


Terdakwa Bupati Tapanuli Tenganh (nonaktif) Raja Bonaran Situmeang menjalani sidang pembacaan tuntutan  di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (27/4).

Bonaran dituntut enam tahun penjara denda Rp300 juta subsider empat bulan dan pidana tambahan delapan tahun dicabut hak memilih dan dipilih pada Pemilu karena terbukti melakukan suap sebesar Rp1,8 miliar terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar terkait pengurusan sidang sengketa Pilkada Tapteng di MK.

sumber

Aldy Lazaroni Akhirnya Raih Podium di Purwokerto

Written By Admin on Saturday, April 25, 2015 | 11:52 AM

SEORANG pembalap menunjukkan kemampuannya dengan terbang di Sirkuit Bendung Gerak Serayu, Purwokerto.*

Kejurnas Motorcross 2015 seri-2 yang digelar di sirkuit Bendung Gerak Serayu, Purwokerto membuahkan hasil yang memuaskan bagi Suzuki Evalube Kyt IRC MC Team. Aldy Lazaroni yang turun di kelas MX 2 (250cc) berhasil meraih podium 2 di Moto 2 (race 2) pada kejuaraan tersebut.

Performa Suzuki RM-Z250 yang dipakai oleh Aldy Lazaroni (#88) mulai menunjukan peningkatan yang baik, ini bisa dilihat dari hasil seri-1 sebelumnya yang harus puas di posisi ke-8. Pada Kejurnas Motorcross 2015 seri-2 ini, catatan waktu terbaik sudah bisa dilihat pada babak qualifying dengan meraih start dari posisi 6.

Pada Moto 1 (race 1) Aldy sempat memimpin di awal putaran, sayangnya kendala peralihan kondisi cuaca dari hujan ke cuaca panas dan kontur lintasan yang penuh batu sangat menyulitkan handling, akan tetapi Aldy tetap melanjutkan jalannya balap hingga harus puas finish di posisi 9.

Pada Moto 2 (race 2) Aldy memperbaiki strateginya dengan pemilihan tipe ban yang lebih cocok untuk mendapatkan start yang baik dan tetap bersaing maksimal di barisan terdepan.

Performa Suzuki RM-Z250 yang telah menggunakan teknologi fuel injection dan DOHC (Double Over Head Camshaft) mampu mengeluarkan tenaga yang besar. Mesin RM-Z250 memiliki kompresi tinggi 13,5:1 yang sangat cocok dan responsif untuk menjadi juara di kompetisi Motocross tingkat atas.

 Seluruh keunggulan RM-Z250 dipadu dengan kerja keras Aldy pada race 2 ini pun membuahkan hasil yang sangat memuaskan dengan finish di posisi kedua. Secara keseluruhan poin, Aldy menempati posisi ke-6 dengan jumlah poin 31 pada Kejurnas Motocross 2015 seri-2 ini.

“Alhamdulilah saya bisa meraih podium, Strategi saya Cuma berusaha start dengan bagus di depan, dan bertahan. Karena di race 1 tadi ada kendala lintasan, di race 2 ini saya berusah bawa motor lebih halus lagi, sehingga motor lebih stabil. “ ujar Aldy Lazaroni.

Selain itu, seperti diketahui bahwa uzuki Evalube Kyt IRC MC Team juga turun dikelas 85cc dengan crosser muda Rafi Ade Pratama Putra (#23) yang membesut Suzuki RM-85. Rafi mulai turun balapan pada Kejurnas Motorcross 2015 di seri-2 ini karena sebelumnya sempat mengalami cidera disaat latihan.

Dengan kondisi yang baru menyesuaikan diri dengan motor barunya yang dilengkapi , Rafi di Moto 1 (race 1) cukup bekerja keras, bahkan sempat terjatuh di pertengahan lap dan terus melanjutkan balap hingga harus puas finish di posisi ke-7.

Jam terbang Rafi dengan Suzuki RM-85 yang mulai bertambah mulai Moto 2 (race 2) sepertinya sudah memperlihatkan hasil adaptasi yang positif.

Terbukti pada Moto 2 (race 2), Dengan memanfaatkan kelebihan Suzuki RM-85 bermesin 2-stroke, liquid cooled dan telah dilengkapi dengan teknologi SCEM (Suzuki Composite Electrochemical Material) pada silinder mesin yang memberikan durabillitas, reduksi bobot mesin dan distribusi panas yang merata,.Rafi berhasil melesat lebih cepat hingga akhirnya finish di posisi ke-5, dan menempati posisi kelasemen ke-6 dengan total poin 30. Sebuah langkah awal yang positif untuk menuju prestasi lain selanjutnya.(Munady/A-147)***

sumber





Konferensi Asia Afrika 2015 Indonesia dan Swaziland Gali Peluang Ekonomi

Ekonomi dan kerja sama teknik merupakan dua isu utama yang menjadi fokus pertemuan Presiden RI, Joko Widodo dengan Raja Swaziland Mswati III di sela sela Konferensi Asia Afrika 2015

Kedua Pemimpin sepakat untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan menjajaki kerja sama investasi. Volume perdagangan bilateral saat ini yang mencapai USD 3,18 juta pada tahun 2014 belum mencerminkan potensi yang dimiliki kedua negara. Presiden RI mengharapkan perluasan akses ekspor bagi produk-produk Indonesia di Swaziland, seperti kendaraan bermotor, makanan, produk turunan CPO, garmen dan sepatu.

Sementara di bidang investasi, Kedua negara juga akan menjajaki kerja sama bidang pertambangan dan energi, khususnya batu bara dan biji besi.

Selain itu, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai kerjasama teknis untuk peningkatan kapasitas. Presiden RI menawarkan berbagai program yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat Swaziland seperti di pertanian, pendidikan, dan pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).(Kemenlu/A-147)***

sumber
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Metro Bandung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger