Powered by Blogger.
Latest Post

Uang WNI yang 'Tertahan' di Singapura Diduga Tembus Rp 4.000 Triliun

Written By Admin on Thursday, May 21, 2015 | 6:05 PM

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) serius merencanakan kebijakan pengampunan pajak alias tax amnesty.

Kebijakan ini untuk menyasar dana warga Indonesia yang tersimpan di Singapura agar masuk ke dalam negeri. Ditjen Pajak menghitung, jika berjalan, kebijakan ini bakal memberikan tambahan setoran pajak minimal Rp 100 triliun.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Sigit Priadi Pramudito memperkirakan terdapat potensi uang mencapai Rp 4.000 triliun milik masyarakat Indonesia di Singapura. Untuk membawa pulang uang tersebut, masyarakat akan mendapatkan pengampunan termasuk kepada pelaku segala bentuk kejahatan.

Pelaku pidana umum dan pidana khusus, bisa memanfaatkan fasilitas ini, termasuk pelaku kejahatan korupsi. "Kami tidak mengenal uang haram. Mereka akan mendapat kebebasan pidana umum dan khusus, kecuali untuk kejahatan narkotika dan terorisme," tambah Sigit, Selasa kemarin (19/5).

Menurut Sigit, untuk mendapatkan fasilitas pengampunan pajak, pemerintah memberikan syarat semacam uang tebusan pembayaran sebesar 10 persen-15 persen dari total uang yang diparkir di luar.

Tapi Ditjen Pajak sangsi, kebijakan ini akan efektif berjalan di tahun pertama. Alhasil, besaran uang tebusan yang bakal masuk ke kas negara hanya sekitar Rp 100 triliun.

Sayangnya, belum jelas kapan kebijakan ini akan berlaku. Penerapan kebijakan ini masih akan dibahas dengan aparat penegak hukum, yaitu Kepolisian, Kejaksaan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Kami juga masih melihat apakah nanti ada peminatnya atau tidak. Kalau aturan ini muncul namun tidak ada yang berminat, sama saja bohong," tutur Sigit.

sumber

Jangan Anggap Sepele Saat Rasakan Nyeri di Kerongkongan

Penyakit akut ternyata tidak selalu diawali gejala yang serius pada tubuh.

Beberapa penyakit berat malah berawal dari keluhan-keluhan ringan.

Hal ini justru membahayakan karena membuat pasien kerap menganggap remeh.

"Kendala pada beberapa penyakit yang tergolong berat, atau akut, parah, seringkali penyakit ini tidak ditandai gejala yang mengkhawatirkan pada awalnya.

 Baru ketika sudah parah keluhan yang dirasakan tubuh semakin hebat. Sayangnya, pasien baru benar-benar aware dan mau periksa ketika sudah sangat parah.

 Otomatis penanganan semakin sulit," urai spesialis penyakit dalam Bali Medical Hospital, dr Ketut Mariadi SpPD.

Satu di antara contohnya adalah achalasia ecsophagus, penyakit yang menyerang esofagus atau kerongkongan.

Penyakit ini secara umum menyerang kerongkongan bagian bawah yang langsung berhubungan dengan lambung.

Achalasia juga dikaitkan dengan gangguan pada spincter esofagus.


sumber

Mahasiswa Undip Olah Daun Mangrove Jadi Donat Antikanker

Lima mahasiswa Universitas Diponegoro berhasil mengkreasikan donat antikanker melalui sebuah penelitian. Penganan itu mereka beri nama Donat Jeruju yang sementara ini masih dijual terbatas.

KELIMA mahasiswa kreatif itu adalah Inovasita Alifdini, Luri Nurlaila, Yochi Okta, MS Bahry dan Bagus Upaya Saputra yang merupakan mahasiswa gabungan dari Fakultas Kelautan dan Teknik Kima. Donat yang mereka buat mengandung larutan daun mangrove jenis tertentu.

Luri Nurlaila menjelaskan hanya daun mangrove jenis acantus ilicofilus yang bisa digunakan untuk membuat donat antikanker. "Daun itu awalnya ditemukan mahasiswa Oceanografi yang menurut penduduk pesisir banyak manfaatnya," jelasnya, Selasa (19/5/2015).

Luri yang merupakan mahasiswa Teknik Kimia kemudian membuat ekstrak mangrove dan meniliti kandungannya. "Ternyata ada senyawa antikanker yang bisa dikonsumsi secara aman," imbuhnya. Kemudian bersama kelima rekannya ia mencoba untuk mengkreasikan dalam sebuah makanan ringan.

Donat antikanker hasil kreasi mahasiswa Undip Semarang (istimewa)

Selama satu tahun mereka mencoba memperdalam penelitian dan menguji coba ekstrak daun mangrove tersebut ke dalam berbagai bentuk makanan hingga akhirnya terpilihlah donat.

Inovasita Alifdini menjelaskan donat menjadi pilihan karena mudah dibuat dan banyak penggemarnya. "Donat itu penggemarnya dari berbagai kalangan anak kecil hingga dewasa, ekonomi atas dan menengah," paparnya

sumber

Mahasiswa & Buruh Tolak Penguasa Reformis Gadungan

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei (hari ini), menjadi momentum para aktivis dan mahasiswa untuk mendesak pemerintahan Jokowi-JK berpihak pada rakyat. Sejumlah organisasi dari berbagai elemen maha­siswa, buruh dan aktivis akan menggelar aksi di depan Istana Negara, Jakarta, hari ini.

Rencananya, para mahasiswa akan berkumpul di Fakultas Kedokteran Kampus UI Salemba. Selanjutnya, mereka melakukan long march ke Istana Negara. "Diwajibkan membawa dan memakai baju almamater UI," ujar Elfina, salah seorang mahasiswa Pasca Sarjana UI Salemba kepada Rakyat Merdeka tadi malam.

Menurutnya, mereka bersama semua elemen mahasiswa UI, melakukan konsolidasi pada malam hari dan akan mendatangi Istana untuk mendesak dilaku­kannya agenda pemerintah yang pro rakyat.

Aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jakarta, Richard Manahan mengaku sedang mempersiapkan akan turun aksi bersama-sama mahasiswa se-DKI Jakarta ke depan Istana Negara. "Kami akan turun aksi, bersam-sama te­man-teman mahasiswa Jakarta, mendesak Presiden Jokowi segera bertindak melakukan pembenahan serius di pemer­intahan, reshuffle menteri," ujarnya.

Selain itu, menurut Richard, isu rakyat untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan turunkan harga-harga bahan pokok men­jadi agenda penting dalam aksi Gerakan 20 Mei ini.

Presiden Mahasiswa Universitas Jaya Baya, Haikal menyampaikan, atas nama BEM Nusantara yang terdiri dari 10 Kampus di Jakarta akan turun aksi di depan Istana Negara. Kampus-kampus yang terdiri antara lain Universitas Bung Karno (UBK), Universitas Azzahra, Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Universitas Attahiriyah, lang­sung menuju depan Istana Negara untuk melakukan aksi.

"Tadi, kami sudah melaku­kan aksi pemanasan di depan Kampus Jaya Baya," ujar Haikal ketika dihubungi Rakyat Merdeka, semalam.

Kampus-kampus yang ter­gabung dalam BEM Nusantara, lanjut Haikal, akan melakukan orasi-orasi di depan Istana, me­minta Presiden Jokowi serius membenahi pemerintahannya, dengan melakukan Re-shufle kabinet. "Bukan mau turunkan Jokowi, karena belum setahun pemerintahan. Kami fokus men­desak agar dilakukan re-shufle," ujarnya.

Estimasi peserta aksi dari BEM Nusantara yang akan turun ke depan Istana, kata Haikal, mencapai 500 mahasiswa. "Sepuluh kampus kali 50 orang per kampus saja sudah gopek. Ya bisa lebih," ujarnya.

Selain diikuti elemen maha­siswa, aksi ini juga diikuti se­jumlah organiasi yang tergabung dalam Pusat Perlawanan Rakyat Indonesia (PPRI). Mereka ada­lah Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI), Gabungan Solidaritas Perjuangan Buruh (GSPB), Partai Pembebasan Rakyat (PPR), Gerakan Mahasiswa Pembebasan, dan LBH Jakarta.

PPRI melihat Indonesia su­dah dikuasai reformis gadun­gan dan elite politik yang tidak memihak rakyat. Maka dari itu dibutuhkan gerakan rakyat dalam bentuk partai alternatif agar negara Indonesia bisa diselamatkan.

Asisten pengacara pub­lik LBH Jakarta, Andi Komara menuturkan, PPRI mencoba memberikan alternatif terhadap kondisi politik saat ini. "Saat ini rakyat dipertontonkan perseteruan partai politik antara KMP dan KIH. Kepemimpinan Jokowi yang diharapkan dapat melakukan perubahan ternyata masih sama saja dengan pe­merintahan terdahulu," katanya dalam seruan aksi yang diterima Rakyat Merdeka, kemarin.

Dalam aksi peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, PPRI akan melakukan aksi damai sebagai bentuk ajakan ke­pada rakyat untuk menyerukan tuntutan perjuangan kaum buruh dan rakyat. Tuntutan tersebut antara lain, tangkap, adili, pen­jarakan dan sita harta koruptor, nasionalisasi industri asing, hapuskan utang luar negeri, hapuskan sistem kerja kontrak dan outsourcing, berikan subsidi sosial untuk rakyat, stop peng­gusuran, hentikan kriminalisasi terhadap KPK, dan stop morato­rium buruh migran.

"Aksi dengan dengan tema Rakyat Bangun Partai Alternatif ini akan diadakan pada pukul 12.00-15.00 di depan Istana Negara," katanya.

Sebelumnya, Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno me­mastikan aksi unjuk rasa 20Mei 2015 besok akan berjalan secara kondusif. "Saya mendapat laporan dari BIN dan Polri, kon­dusiflah," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Dia juga memastikan dalam aksi yang akan dilakukan besok tidak ada yang menyuarakan agar Presiden Joko Widodo mundur dari jabatannya. ***

sumber

Jokowi Langgar Aturan, Biayai Program Pemerintah Pakai Dana CSR


Presiden Joko Widodo baru-baru ini meluncurkan dua kartu saktinya, yakni Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar.

Pengadaan dua kartu sakti ini ternyata menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Mandiri.

"Inilah yang jadi pertanyaan buat kita, kok CSR bisa digunakan untuk membiayai program pemerintah?," kritik Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan kepada wartawan di gedung Nusantara III Senayan, Jakarta, Kamis (6/11).

Taufik menambahkan, protes banyak muncul dari mitra kerja Bank Mandiri di DPR, yaitu Komisi XI yang membidangi anggaran.

"Komisi XI teriak-teriak, kok spontan saja CSR ini, kalau harga BBM tidak jadi naik bagaimana? Jadi sebaiknya dipertimbangkan lagi," pintanya.

Taufik menekankan, ada aturan dalam penggunaan dana CSR di masyarakat. Karena itu ia mengingatkan kepada pemerintah jangan sampai kebijakan baik seperti KIS dan KIH jadi berlawanan dengan aturan hukum.

"CSR itu 'kan ada aturannya, itu harus untuk masyarakat, bukan semata-mata hanya untuk pengurangan subsidi BBM, makanya jangan sampai ada yang terlewati payung hukumnya," demikian Taufik.

sumber

PNS Kemenhub Korupsi Helideck dan HWD Dijebloskan ke Bui

Penyidik Kejaksaan Agung menahan Joko Priono, pegawai negeri sipil (PNS) pada Balai Teknik Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.

Tersangka korupsi dan pencucian uang terkait pengurusan ijin operasional helideck dan penyewaan alat Heavy Weight Deflectometer  (HWD) itu digelandang ke sel usai menjalani pemeriksaan.

"Tersangka di titipkan ke Rutan Salemba Cabang Kejagung. Penahanan untuk 20 hari kedepan, terhitung dari tanggal 20 Mei hingga 8 Juni 2015," terang Kapuspenkum Kejagung, Tony T. Spontana dalam keterangannya, Rabu (20/5) malam.

Tersangka Joko Priono hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 11.00.

Pemeriksaan pada pokoknya terkait kronologi dari mekanisme dan proses pengurusan ijin operasional helideck berikut perpanjangan ijinnya, penyewaan alat Heavy Weight Deflectometer (HWD) dan ada tidaknya dugaan permintaan uang dalam proses persetujuanna oleh tersangka.

"Penahanan didasarkan pada Surat Perintah Penahanan Nomor: Print-66/F.2/Fd.1/05/2015, tanggal 20 Mei 2015," kata Tony.

Penyidik menjerat Joko Priono dengan Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf i UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Tersangka Joko Priono diduga meminta jatah kepada pihak ketiga saat mengurus ijin prosedur pembangunan dan pengoperasian tempat pendaratan dan lepas landas helikopter (helideck), termasuk ijin perpanjangannya yang melebihi standar biaya umum.

Penyidik juga menduga Joko Priono meminta sejumlah uang atas permohonan penyewaan alat pengujian beban pada landasan pacu bandara (heavy weight deflectometer) milik Kementerian Perhubungan yang melebihi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan standar biaya umum.

Selain itu, dia juga memanfaatkan permohonan penyewaan tersebut untuk mengambil sebagaian pekerjaan milik beberapa pemohon yang berhubungan dalam kegiatan pengujian daya dukung dan kondisi landas pacu bandar udara.

"Uang hasil perbuatan tersangka dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi tersangka, dan sebagian ditransfer ke beberapa rekening milik keluarganya," demikian Tony.

sumber

KPU Cianjur Targetkan 70 Persen Partisipan di Pilkada 2015

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur menargetkan 70 persen partisipan dari jumlah pemilih yang akan memberikan hak pilihnya di Pilkada serentak 9 Desember mendatang. Pasalnya, jumlah partisipan di Cianjur saat Pilpres 2014 hanya 67 persen saja.
"Rangenya 3 persen. Mudah-mudahan dengan sosialisasi yang maksimal, target itu bisa tercapai. Dengan sosialisasi yang intens, masyarakat semakin banyak tahu dan semakin tertraik untuk berpartisipasi memberikan suara mereka di hari pemilihan nanti," ujar Ketua KPU Cianjur, Anggy Shofia Wardany. Rabu (20/5/2015).
Anggy menjelaskan, setelah dilaunching pada Rabu siang, sosialisasi Pilkada akan terus dilakukan di setiap sudut di masing-masing kecamatan yang ada di Cianjur.
"Kedepan, kami bekerjasama dengan PPK (panitia pemilihan kecamatan) dan PPS (panitia pemungutan suara) untuk menggelar sosialisasi di daerah masing-masing. Jangan sampai ada masyarakat yang belum tahu bahwa tanggal 9 Desember ada momen pilkada," ujarnya.  sumber//
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Metro Bandung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger